Kado Terakhir dari Sang Mantan

SUDAH tiga tahun Mawar pacaran dengan Anton, dan rencana segera menikah. Semua dikarenakan Anton bekerja di Lampung, dan sudah berhasil mengurus mutasinya untuk pindah pekerjaanya ke Yogya, tinggal tiga bulan lagi mereka akan mengarungi hidup baru, bersamaan dengan pindahnya Anton ke kantor bari di Yogya.

Tentu sebagai seorang gadis sangat berbahagia, hatinya senantiasa berbunga-bunga, apalagi kedua orang tuanya, tentu bangga anak putri yang satu-satunya bakal mempunyai suami pegawai negeri. Dan mereka pun terus menyiapkan sesuatunya dengan serius, apalagi Anton merupakan anak dari keluarga yang terpandang di desa tempat tinggalnya yang memang beda kelurahan dengan Mawar.

Semua persiapan terus dilakukan, dari sewa gedung, katering, cetak undangan direncanakan dengan sepengetahuan Anton yang masih di Lampung. Mawar selalu berembug walau hanya melalui telpon, apapun rencananya selalu dikonsultasikan, dan beberapa yang bisa dikerjakan di Lampung, Anton lah yang menyiapkan, misalnya Undangan.

Calon mertua tak tinggal diam, senantiasa memberikan support, bahkan tak diam diri, yang sekiranya diperlukan juga ikut menyiapkan. Bahkan ikut menanggung biaya, karena memang hubungan kekeluargaanya sudah terjalin cukup lama, sehingga hubunganya sangat harmonis.

Tibalah saatnya resepsi pernikahan yang dinantikan, tentu banyak tamu undangan yang hadir. Semua bergembira dan bahagia, pesta pun meriah, dengan hidangan istimewa yang disediakan. Bahkan walau dengan pesta berdiri, tak mengecewakan para tamu, hingga tamu terakhir semua dapat menikmati semua hidangan yang terus disediakan.

Ketika semua tamu undangan pada pulang, tinggal keluarga mempelai serta berberapa panitia, tiba-tiba muncul seorang gadis jelita berjalan santai menuju ke pelaminan. Anehnya semua yang di situ hanya bisa ternganga, tak ada satu pun yang mengeluarkan sepatah kata.

Gadis itu kemudian memberikan sebuah kado mungil kepada Anton, setelah diterima Gadis yang juga diam itu lalu berjalan kembali meninggalkan ruangan pesta. Ketika sudah keluar dari pintu, mereka kembali bercakap, anehnya tak satu pun yang membicarakan kejadiannya. Anton nampak lega nampaknya Mawar juga diam.

Baru ketika di dalam kamar pengantin, Anton menceritakan kejadianya sambil membuka kado yang ternyata berisi Cincin yang didalamnya ada secarik surat mungil, “Mas ini cincinmu” tulisnya. Kemudian Anton bercerita jika Gadis itu Suci, mantan pacarnya yang meninggal kecelakaan, dan pernah dibelikan cincin. Dan itulah cincinya.
Mawar dapat menerima, karena kejujuran Anton, bahkan mengajaknya untuk menjenguk serta mendoaakan di makamnya. (Umi_Lestari)

Read previous post:
Lawan Batuk dengan Belimbing Wuluh

BELIMBING wuluh sudah tak asing lagi di masyarakat. Buah dengan cita rasa masam dan berpenampilan khas ini biasa dimanfaatkan dalam

Close