Penampakan Macan Besar di Makam Keramat

BANYAK tempat dinamakan Tegalrejo. Di Magelang ada daerah bernama Tegalrejo. Maksud Tegalrejo di sini adalah sebuah wilayah di Yogyakarta. Tegalrejo dijadikan nama kecamatan, yang melingkupi banyak kampung. Salah satu kampung dinamakan sama, yakni kampung Tegalrejo.

Kalau sempat mampir di kampung Tegalrejo, ada sebuah makam. Terletak di sebelah utara dari bekas tempat tinggal Pangeran Diponegoro dan Ratu Ageng. Makam ini sudah berdiri ratusan tahun silam. Di makam tersebut ada makam keramat. Ada di tengah-tengahnya. Dikelilingi tembok putih. Makam keramat ini adalah makam salah satu istri Pangeran Diponegoro. Di kanan kiri nisannya, ada beberapa nisan lain model kuno. Di luar tembok yang membentengi makam tersebut kini sudah dipadati banyak nisan. Sulit mencari lahan sempit di makam ini. Penduduk setempat boleh dikuburkan di sekitar makam tersebut baru puluhan tahun ini.

Istri Pangeran Diponegoro di makam tersebut—orang-orang yang sudah sepuh menyebutnya — Mbah Geger. Kalau dilacak dalam buku sejarah, tak pernah sosok tersebut dipaparkan. Kalau soal makam di Tegalrejo, buku sejarah sering menyinggungnya. Namun, siapa saja yang dimakamkan di situ tak ada penjelasan.

Sebagaimana makam-makam keramat, tidak sedikit orang mengunjungi untuk mencari “sesuatu”. Kalau siang hari tampak bekas-bekas kemenyan, dupa, dan kembang. Tentu masuk makam ini ada aturan tak tertulis, seperti harus lepas sandal dan keluar dengan berjalan mundur dengan posisi berjongkok.

Bagi orang yang sering ziarah malam hari, penampakan yang sering adalah seekor macan besar. Besarnya lebih gagah ketimbang macan-macan yang sering ditemui. Ini soal percaya atau tidak. Tentu, tak semua orang mendapatkan penampakan. Coba saja tengah malam ke makam tersebut, lalu tiba-tiba ada macan besar. Mengerikan, bukan? Penampakan seringkali merupakan ujian kelulusan pelaku tirakat.
Soal makam salah satu istri Pangeran Diponegoro di Tegalrejo menyimpan misteri. Misteri siapa saja di samping makam itu dan misteri riwayat Mbah Geger sendiri. Memang Mbah Geger terlupakan dalam sejarah, namun makamnya masih tampak sakral sampai kini. (Hendra Sugiantoro)

Read previous post:
Abai Masker di Ruang Publik, Pedagang Diminta Tutup, Pembeli Dihukum Push up

KARANGANYAR (MERAPI) - Razia masker kembali menjaring 100 lebih pelanggar aturan kenormalan baru itu di Taman Pancasila dan Alun-alun kota,

Close