HP UNTUK MEREKAM PENAMPAKAN (1) – Ada yang Mengetuk Pintu Ruang Lab Kimia

BANYAK pesan masuk dari teman maupun grup WA yang Satrio (nama samaran) abaikan. Termasuk pesan dari grup kelasnya. Satrio tetap asyik memainkan game online di ponselnya. Satrio menganggap pesan-pesan itu hanyalah pesan tak penting dari teman-temannya. Atau
bisa jadi hanyalah kelakar yang teman-temannya buat untuk menghidupkan grup kelasnya.

Tepat pukul 22.00 Satrio melihat jadwal pelajaran untuk besok. Satrio bukanlah tipe anak kutu buku yang rajin belajar dan membaca buku, tapi ia juga bukan tipe anak bandel yang mengabaikan tugas sekolah dan memilih mencontek hasil pekerjaan teman. Satrio selalu mengerjakan tugas sekolahnya sendiri meskipun ia mengerjakannya jika sudah mendekati deadline.

Seperti saat ini, Satrio kelabakan mengingat ada tugas Matematika yang besok harus ia kumpulkan. Sedang buku paketnya tertinggal di kelas.
“Waduh. Gimana nih? Bukunya ketinggalan di kelas. Udah besok harus berangkat pagi karena upacara, pelajarannya jam pertama pula.”

Akhirnya, Satrio memutuskan untuk mengajak adiknya, Putra (nama samaran) pergi ke sekolah untuk mengambil bukunya yang tertinggal di kelas. Sesampainya di sekolah, Satrio dan Putra menuju pos security untuk meminta izin mengambil buku di kelas. Tapi, di pos security tak ada siapa-siapa.
“Ya udah, Bang kita masuk saja. Gerbangnya juga enggak digembok.”
“Tapi kamu ikut masuk kelas ya?” ucap Satrio sambil melangkah masuk.

Hawa dingin nan mencekam menyapa Satrio dan Putra ketika melewati lapangan. Ruang kelas XII MIPA I yang berada paling ujung dekat kamar mandi membuat mereka mau tak mau harus melewati ruang BK dan laboratorium kimia yang terletak di antara kelas XII MIPA 3 dan XII IPS I yang terbilang angker itu.
“Sekolah kita kalau malam serem juga ya, Bang?” ucap Putra yang langsung diangguki Satrio.
“Kalau kayak gini serasa jadi peserta jurit malam aja,” ucap Putra sambil terkekeh.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di ruang laboratorium kimia yang tertutup. Satrio dan Putra saling pandang sejenak sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas XII MIPAI. Seolah mereka tidak mendengar apapun. (Ni’matus Sholihah)

Read previous post:
SE Bupati Pati Picu Polemik

PATI (MERAPI) - Di tengah upaya penanganan merebaknya Covid-19 di Pati, justru muncul masalah baru. Sejumlah tokoh masyarakat memprotes Surat

Close