KASIH YANG TAK TERPUTUS (2) – Melihat Kucing Hitam, Lari Terbirit-birit

SAMPAILAH semua warga di pohon beringin tua yang sangat jauh dari Desa. Pak Lurah memanggil Pak Yai Nurdin untuk membacakan ayat kursi serta tetap membunyikan suara perabot dan kentongan yang dibawa warga. Sejam tiba-tiba anak itu sudah di bawah pohon tertutup rumput kering dan akar berduri yang entah di mana ada akar itu. Dilihat sekitar tak ada akar tersebut. Semua warga langsung membuka akar tersebut dan ibu anak itu menggendongnya. Terlihat anak itu tak bergerak dengan kulit pucat dan membiru bibirnya.

Semua warga panik, “Bagaimana ini pak ?” ibu anak itu bertanya pada suaminya. Suaminya hanya diam mematung karena kaget dan bingung. “segera bawa ke rumah sakit saja pak,” seorang menyeletuk “Tomo kamu panggil Lia kesini ya, oh ya katakan bahwa aku yang menyuruh dan bawa mobilku kesini.” Perintah Pak Lurah dan Tomo pergi.

Cerita itu hanya sampai dimana ternyata anak itu adalah ayahnya Rio dan Lia anak pak Lurah adalah ibunya Rizqi. Entah bagaimana bapak Kardi ayahnya Rio bisa selamat karena saat itu dia dinyatakan meninggal sampai di rumah sakit. Semua menjadi misteri saat para pemuda atau anak kecil penasaran kenapa bisa pak Kardi bisa selamat semua orang langsung
mengatakan “makane le nduk ojo dolanan sambeng kolo, yah mono lek do bali.”

Rasa pensaran itu terjawab bahwa pak Kardi mati suri sehingga dia bisa kebal dan punya ilmu yang diberikan wewe gombel itu. Katanya beliau bertapa di gunung belakang Desa sampai 5 tahun.

Dua jam sebelum kejadian tepat adzan maghrib berkumandang semua warga berbondong berjama’ah. Dio, Andi, Adi dan Rizqi berjalan pulang menuju rumahnya. Saat tiba-tiba ada kucing hitam lewat di depan mereka. Semua terlonjak kaget dan kemudian berlari terbirit-birit.

“Gila itu kucing balik ngelihat kita ya tadi?” Dio memecah keheningan setelah sampai di rumahnya Rizqi. “Eh lihat itu kucing hitam ngikuti kita!” Adi dan Andi berteriak. Semua kaget dan langsung masuk ke rumah.
“Ibumu kemana Riz?” Andi dan Adi gemetaran takut. “Dia di rumah sakit,” Rizqi menjawab “kita harus bagaimana ini?” Dio mengintip keluar terlihat kucing itu belum juga pergi. Mereka pasrah dan sejam kemudian mengabaikan kucing itu. (Hailatur Rosida)

Read previous post:
Jantung Pisang Cegah Anemia dan Diabetes

TERAPI alami menggunakan bahan-bahan berkhasiat diyakini lebih menghemat biaya dibanding harus membeli obat-obat berbahan kimia. Apalagi ketika harus di rumah

Close