Cemplon Belum Matang Diembat Juga

JAM tiga sore, tidak berbeda dengan sore- sore sebelumnya, Mbok Surat sudah menyiapkan uba rampe dagangannya. Mbok Surat adalah penjual camilan goreng- gorengan. Membuka lapak di depan rumahnya.
Camilan yang dijual kebanyakan berbahan dasar ketela pohon. Ada balok atau tela goreng, lenthuk, cemplon, klenyem, manggleng, dan masih ada lainnya. Sebagian sudah matang sejak siang, namun ada juga yang digoreng langsung sore itu juga, sembari dia melayani pembeli.

Sore itu pembeli yang datang tidak banyak. Kebetulan Pak Surat, suaminya, yang biasa membantu, sedang ada keperluan di Balai Desa. Sambil menunggu pembeli Mbok Surat menggoreng cemplon. Camilan terbuat dari ketela pohon. Berbentuk bulat dan berisi gula Jawa di dalamnya. Karena ada rasa manisnya, banyak anak yang suka camilan tersebut.
“Tuku cemplone, Mbok. Tuku cemplone, Mbok”, tiba- tiba datang puluhan bocah lelaki seumuran sepuluh tahun. Semuanya berkepala gundul dan hanya bercawat kumal. Mengerubungi Mbok Surat yang sedang menggoreng cemplon.

Mbok Surat kaget. Sepertinya puluhan bocah berkepala gundul itu tidak sabaran. “Mana cemplonnya, Mbok? Cepat sedikit dong! Sudah pengin banget makan cemplon nih, Mbok…”, teriak puluhan bocah tersebut bersahut- sahutan. Kesabaran bocah- bocah itu sepertinya tidak terkendali.
Cemplon yang sedang digoreng dengan minyak panas di atas wajan, diambil begitu saja dan… lheep! Masuk ke dalam mulut. Diemplok begitu saja.

Melihat itu Mbok Surat hanya bisa ndomblong. Belum lagi hilang dari kagetnya, hanya dalam sekejap bocah laki- laki berkepala plontos dan hanya mengenakan cawat kumal itu hilang lenyap dari pandangan mata Mbok Surip.
Mbok Surip menatap dagangan yang tersaji di lapaknya. Cemplon yang sudah matang di atas nampan, begitu pula yang sedang digoreng di atas wajan, maupun yang masih mentah berbentuk bulat- bulat, tidak ada yang tersisa. Semua masuk ke dalam perut bocah- bocah tersebut.
Yah, sore- sore Mbok Surat sudah ‘kerawuhan’ makhluk halus dari dunia astral, berwujud bocah laki- laki berhobi makan cemplon. Cemplon bikinan Mbok Surat memang istimewa rasanya. – Nama samaran. ( FX Subroto )

Read previous post:
Harga Cabai Anjlok Hingga Rp 7 Ribu

SANDEN (MERAPI) - Musim panen kali ini dipastikan para petani cabai di selatan Bantul akan merugi. Pasalnya menurut petani harga

Close