Pantangan Mendaki Gunung di Malam Jumat

MENJELANG Asar, Ina dan rombongan pendakiannya sudah sampai di Pos 2. Mereka segera mendirikan tenda untuk bermalam. Tidak seperti biasanya, perjalanan mereka terasa sangat lambat dan begitu melelahkan. Banyak yang mengeluh tidak sanggup untuk melanjutkan.

Jumat pagi mereka kembali melanjutkan pendakian. Sesampainya di Watu Gajah, mereka kembali istirahat. Cuaca siang itu memaksa mereka untuk berhenti sejenak. Kabut yang turun membuatnya takut kesasar karena jarak pandang terbatas. Maka tenda segera didirikan kembali.

Pendakian kembali dilanjutkan setelah kabut hilang. Semua barang-barang ditinggal di tenda. Harapannya pada hari itu juga mereka sudah sampai di puncak Merapi sebelum matahari terbenam. Namun, selang perjalanan mereka kembali menemui halangan. Selang beberapa jam kemudian hujan turun dengan derasnya.
“Sepertinya kita harus putar balik.” kata Ina kepada teman-temannya.
“Aku sudah tidak sanggup. Menyerah.” kata Elok sambil menangis.

Akhirnya mereka kembali ke tenda. Saat perjalanan ke tenda, Ina merasa ada sesuatu yang aneh. Perasaanya tidak enak. Dia baru menyadari jika rombongannya merupakan satu-satunya rombongan yang mendaki waktu itu. Dalam situasi yang mencekam itu dia berpikir untuk tidak melanjutkan pendakian sampai ke puncak.
“Sampai malam mini hujan masih belum reda. Sebaiknya kita menunggu pagi untuk turun.” ajak Ina.

Sekitar jam sebelas malam hujan sudah reda. Tanpa harus menunggu pagi, seketika malam itu mereka memutuskan untuk segera turun. Suasana petang yang menakutkan itu mengiringi kepulangan mereka.
Apa yang dirasakan Ina pada pendakian itu sangat berbeda dari sebelumnya. Tidak seperti biasanya akan menemui banyak halangan.

Perjalanannya serasa jauh dan tidak sampai-sampai. Anehnya, sesampai di kos, semua teman-temannya merasakan kecapekan yang luar biasa hingga tertidur seharian.
Ibu kos yang mendengar cerita Ina tersebut mengatakan jika malam Jumat memang tidak baik untuk mendaki. Entah benar atau tidak, Ina hanya mengiyakan saja. (Gayuh R. Saputro)

Read previous post:
Telur Bantu Hindarkan Letih-lesu

PEMANFAATAN telur ayam kampung maupun lehorn sudah lama diterapkan masyarakat berbagai kalangan. Khususnya jenis telur ayam kampung, bahkan ada yang

Close