Ada Hantu Berdiri di Depan Jendela

SEKITAR tahun 2008, Yeni (bukan nama sebenarnya) tinggal di kosan Anggrek. Total anak kos yang tinggal di sana ada sepuluh orang. Kosan itu sedikit berbeda dari kosan lain di sekitar. Mereka tinggal seatap dengan pemiliknya.
Yeni beruntung tinggal di situ, selain anak kos kompak, hubungan emosional dengan pemilik rumah juga dekat. Jika mereka luang, sesama penghuni sering duduk bareng bertukar cerita. Terkadang pengalaman masa kecil, tentang sekolah masing-masing, pernah juga membahas tentang makhluk gaib.

“Sepanjang ruas jalan ini terkenal rutenya kuntilanak terbang,” tutur Rea anak pemilik kos. Kala itu Yeni baru sebulan berada di sana.
“Kalau di rumah ini ada hantunya, Mbak?” tanya Sisi, anak kos penakut.
Rea tertawa saja. Yang lain sepakat untuk tidak membahas lebih lanjut pertanyaan Sisi. Yeni sebenarnya ingin mengatakan jika malam, dia sesekali mendengar suara perempuan tertawa cekikikan. Namun, demi kenyamanan bersama dia urung menceritakan hal tersebut.

Yeni memiliki kebiasaan salat Tahajud. Dia terbiasa bangun pukul tiga pagi. Suatu kali ada kejadian paling menakutkan Yeni alami. Tempat salat rumah itu berada di ruang tengah dan jaraknya lumayan dekat dengan jendela depan. Jendela berbentuk persegi panjang tegak tersebut menggunakan kaca bening sehingga tampak jelas jika kita memandang.
Malam itu seperti biasa, suasana sangat sepi. Yeni selesai wudu’ menuju tempat salat. Saat memakai mukena, tanpa sengaja dia melihat ke arah jendela.

“Astagfirullah…,” ucapnya pelan.
Yeni menutup mata. Lututnya serasa kopong, seketika terduduk lemas.
“Ya Allah…. Ya Allah…. Astagfirullah…. “
Yeni pasrah kemudian membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang dia hapal. Tak lama, setelah merasa kuat dan yakin untuk melihat kembali, dia bangkit dan membuka mata.
“Alhamdulillah,” ucapnya.

Dia bersyukur makhluk yang dilihatnya tadi telah hilang, sesosok hantu muka rata berdiri tepat di jendela depan kosan mereka. Sosok yang selama ini pernah dia lihat dari menonton film horor Indonesia.
Sejak itu, Yeni salat Tahajud di kamarnya saja dan tidak ada yang tahu cerita tentang hantu muka rata sampai dia keluar dari kosan tersebut. (Sri Mawardani)

Read previous post:
Sampai 31 Juli 2020, Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY Diperpanjang Lagi

Close