Diingatkan Agar Tidak Suka Teledor

TELEDOR dan suka pamer atau dalam bahasa Jawa ‘Umuk’, adalah dua sifat Sarpo yang sangat dibenci oleh Emaknya. Sore itu menjelang malam, Sarpo ngelencer ke rumah Wibowo, teman akrabnya.
Dolan ke rumah Wibowo, sebenarnya Sarpo hanya ingin pamer. Dia ingin memamerkan barang miliknya yang baru. Tiga hari lalu Emaknya membelikan sepedamotor baru. Meski untuk itu Emaknya setiap bulan harus mambayar cicilan motor tersebut selama lima tahun.

Sepedamotor masih gres dan kinyis- kinyis itu dia parkir begitu saja di luar rumah Wibowo. Tanpa dikunci stang. Keduanya pun ngobrol ngalor- ngidul. Tiba- tiba terdengar suara rheeeeenggg…
Teringat motor barunya yang dia tinggal di luar rumah Wibowo, begitu mendengar suara mesin motor hidup, Sarpo ‘njranthal’. Lari keluar rumah. Dia berfikir jangan- jangan motornya di embat maling.

Benar juga. Sepedamotor barunya sudah tidak ada lagi di halaman rumah Wibowo. Di kejauhan Sarpo masih melihat sepedamotor matic warna putih miliknya dilarikan orang. “Hoeee…itu motorku…!”, teriak Sarpo sambil berlari mengejar sepedamotornya yang meninggalkan bau asap.

Seperti kesetanan Sarpo mengejar motor baru miliknya. Namun tidak mungkin terkejar. Dia hanya mengandalkan langkah kakinya.
Tiba- tiba tanpa dia sadari, kakinya seperti ada yang menjegal. Sarpo jatuh tersungkur. Bersamaan dengan itu sesosok orang tua sepuh berdiri mengangkangi tubuhnya yang terjerembab di tanah.
“Sepedamotormu bukan dicuri maling. Pulanglah!”, ujar sosok laki- laki sepuh berbusana Kejawen itu. Masih dengan perasaan khawatir dan tidak percaya akan kata- kata dari sosok orang tua itu, Sarpo buru- buru pulang ke rumahnya.

“Syukur Alhamduillah sepedamotorku tidak hilang”, ujar Sarpo begitu tiba di rumahnya melihat sepedamotor barunya sudah terparkir di teras depan rumahnya.
“Makanya jangan suka teledor”, tutur Emaknya.
Penasaran, ingin tahu siapa sosok lelaki sepuh itu, Sarpo bertanya kepada Mbah Digdo, sesepuh kampung. “Itu adalah penunggu pohon sawo di belakang rumah Wibowo, temanmu itu. Tidak suka mengganggu. Malah kerap membantu warga. Dia hanya mengingatkan kamu”, tutur Mbah Digdo. – Nama samaran. ( Andreas Seta RD )

Read previous post:
Data Penerima Bansos Mengacu Tim Tingkat Padukuhan

SLEMAN (MERAPI)-Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman Cokro Pamungkas meminta agar bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan

Close