Api Itu Tak Bisa Padam

MEMADAMKAN api di suatu lahan tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan kisah-kisah mistis menyelimuti kegiatan ini. Hal ini dialami Badi pada tahun 2009, saat ia masih menjadi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan konsesi di Sumatera Selatan. Dari petugas yang mengalami kesurupan hingga api tidak bisa dipadamkan dalam satu minggu.
Peristiwa unik pertama terjadi ketika dirinya bersama rekan satu tim tiba di Simpang Jaribi, Sungai Jelutung. Setibanya di lokasi, mesin masih gres yang digunakan untuk memadamkan api tidak dapat dinyalakan.

Padahal sebelumnya telah dilakukan pengecekan sebelum berangkat dan mesin dalam keadaan baik. Hingga 5 jam berada di lokasi, mesin tidak juga dapat dinyalakan. Namun ketika mesin akan ditukar dan sesampainya di kantor Distrik, mesin kembali menyala.
“Awalnya mesin itu hidup sebelum dibawa. Tapi pas sampai di sana nggak mau hidup, padahal masih baru. Hampir lima jam kami coba hidupkan tidak bisa. Tapi pas sampai di kantor hidup lagi,” katanya mengingat awal kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, pada saat pembuatan kanal untuk menghambat jalannya api agar tidak merambat, juga tidak bisa dilakukan. Hal ini lantaran kanal tidak dapat dibuat secara lurus meskipun telah dilakukan pemancangan. Namun selalu keluar dari jalur yang dipasang garis pancang.
Badi meyakini kejadian mistis tersebut dikarenakan adanya makam tua yang tidak lagi terawat. Makam tersebut tidak diketahui masyarakat sekitar.

Hal serupa dialami tim pemadam yang berbeda, Saring saat melakukan pemadaman di lokasi yang sama. Salah seorang tim mengalami kesurupan dan berpesan bahwa ada makam yang telah diratakan oleh alat berat saat pembuatan kanal.
“Ada teman satu tim yang kesurupan pas mau padamkan api di Simpang Jeriji. Dia berpesan kalau lokasi tersebut adalah bekas makamnya,” ujar Saring.

Meski tidak pernah melihat secara langsung dengan kasat mata, namun masyarakat dan petugas di kawasan konsensi tersebut meyakini keberadaan penghuni Simpang Jeriji. Setelah petugas mendapat pesan tersebut, tidak lama berselang dirinya bersama tim kemudian memberikan tanda (patok) di tempat yang disebut-sebut merupakan makam tua tersebut.
“Sejak kami kasih patok tidak ada lagi gangguan di sana terutama untuk kebakaran itu tidak ada lagi,” tutupnya. – Semua nama samaran – (Rhestra)

Read previous post:
Potensi Hujan di Yogya Sampai Juni

YOGYA (MERAPI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan, meski telah memasuki awal musim kemarau, Daerah Istimewa Yogyakarta

Close