Membangun Rumah di Tanah Angker

SETELAH menikah Arya memutuskan untuk membangun rumah di tanah warisan orang tuanya. Tanah itu terletak di sudut desa dan terkenal angker. Karena jauh dari pemukiman, tanah itu dipenuhi semak belukar dan pohon pring. Bahkan banyak orang yang menyebut tanah milik orang tua Arya itu sebagai istana dhemit. Arya menghiraukannya. Berbekal dengan niat baik dia berkeyakinan tidak akan terjadi apa-apa.

Dengan berbekal niat baik dan doa sebisanya itu Arya mulai membersihkan tanah. Bersama tiga orang tukang, dia menebangi pohon-pohon besar dan semak belukar agar bisa dikeduk untuk pondasi rumah.
Beberapa warga bahkan Mbah Kaum desa setempat sudah mengingatkan Arya untuk melakukan ritual adat atau selametan sebelum membangun rumah. Namun Arya tidak memerdulikannya. Dia tetap nekat membangun rumah tanpa selametan. Dia hanya berdoa dengan yakin dan niat baik, pasti semuanya juga akan baik.

Suatu malam Arya mencoba tidur di rumah barunya. Walau pintu dan jendela masing ditutup dengan kayu dan lantai belum dimester. Kejadian-kejadian janggal pun mulai Arya rasakan. Pukul 11 malam tiba-tiba ada angin kencang yang menerpa rumahnya. Anehnya tak ada satu daun pun yang jatuh terkena hembusan angin kencang itu. Mungkin memang hanya angin, pikir Arya. Dia melanjutkan tidurnya. Pukul 02.00 dini hari antara sadar dan tidak sadar, Arya didatangi oleh nenek dengan lima anak yang masih kecil-kecil. Nenek dengan tapih dan kebaya khas wanita jawa itu berkata, “Mas, aku ikut tinggal disini ya?”
“Oo.. nggih Mbah. Monggo. Tapi jangan di rumah ini ya. Di bagian belakang itu saja yang lebih luas,” jawab Arya mengizinkan sambil menunjuk pohon pring belakang rumah.

Selesai menjawab Arya dikejutkan dengan kokok ayam jago. Matanya terbelalak kaget. Nenek dan lima anaknya itu sudah tidak ada.
Akhirnya rumah Arya sudah jadi. Dia bersama keluarganya menempati rumah itu. Tidak pernah terjadi hal-hal janggal lagi. Walau terkadang nenek itu menampakkan diri, Arya tidak pernah menceritakan pengalaman itu kepada keluarganya. – Semua nama samaran (Indri Astuti)

Read previous post:
PASANG SURUT KERAJAAN TARUMANEGARA (3) – Perluasan Wilayah dengan Perang dan Damai

PUNCAK kejayaan kerajaan Tarumanagara terjadi ketika dipimpin Raja Purnawarman. Sebelum Purnawarman memimpin, Tarumanagara telah menjalin hubungan perdaganan dengan Cina. Hal

Close