Maling Anyaran Diinjak Patung Kuda Nil


BELUM lama Sugal dan Bogang mendengar berita, jika Babah Tiong memasang patung kuda nil di kedua sisi pintu gapura rumahnya. Patung berukuran seperti aslinya itu dimaksud sebagai tolak bala. Agar isi rumahnya tidak disatroni pencuri.
Namun, hal itu tidak menjadikan ciut nyali Sugal dan Bogang, duet pencuri ‘anyaran’ yang belum banyak pengalaman dalam dunia per-maling-an. Malam itu rumah Babah Tiong menjadi sasaran operasi mereka berdua.

Malam yang remang-remang menghantar keduanya menuju obyek sasaran. Sugal berjalan di muka. Begitu sampai di depan gapura rumah Babah Tiong, langkahnya terhenti. “Lho Gang…itu kuda nilnya kok mbekos-mbekos. Matanya seperti bersinar, menatapku,” ujar Sugal trataban.
“Ah, kamu Gal. Maling kok takut sama kuda nil. Anakku saja nggak takut,” ucap Bogang, gantian maju ke muka. “Hah?!”, teriak Bogang.

Langkah Bogang terhenti. Dia melihat, patung kuda nil yang di sisi pintu gapura sebelah kanan, mulutnya menganga lebar sekali. Tampak gigi-geliginya yang runcing seperti akan ngremus-ngremus tubuhnya.
Spontan kepalanya menoleh ke belakang. Ternyata, Sugal, teman setianya telah lari tunggang-langgang meninggalkan dirinya. “Semprul tenan kamu, Gal!”, gerutu Bogang.
Tidak menunggu diperintah, Bogang pun akan mengambil langkah seribu, menyusul Sugal. Namun sial, kaki Bogang terantuk batu sebesar dua kepal tangan orang dewasa.

Tlebuk! Tubuh Bogang yang gempal itu jatuh tengkurap. Aneh. Bogang merasakan seperti ada kaki yang sangat kuat menginjak punggungnya. Berkali- kali mencoba bangkit, namun tidak berhasil. Bahkan kaki yang menginjak punggungnya itu terasa semakin berat.
Tengah malam petugas ronda lewat di depan gapura rumah Babah Tiong. Mendapati Bogang dalam posisi tengkurap di tanah. Tampak punggung Bogang diinjak oleh kaki patung kuda nil yang ada di samping pintu gapura sebelah kanan.
Bogang baru terlepas dari injakan kaki patung kuda nil setelah Babah Tiong memanggil beberapa karyawannya untuk menggeser patung kuda nil tersebut ke tempatnya semula. – Semua nama samaran. (FX Subroto)

Read previous post:
Industri Terpuruk Corona, Jumlah Buruh Korban PHK Semakin Bertambah

SUKOHARJO (MERAPI) - Jumlah buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan terdampak pandemi virus corona di Sukoharjo terus bertambah.

Close