Mbah Klantung Penunggu Pohon Manggis

DI DUSUN Jowah ada sebuah pohon manggis yang tumbuh di pekarangan yang sangat luas. Masyarakat sekitar sering mengambil buah manggis di pekarangan yang luas itu. Pada suatu malam, anak-anak yang selesai dari Salat Tarawih di musala ramai-ramai mencari buah manggis.

Tapi betapa kagetnya anak-anak, karena yang ditemui justru sosok tinggi besar. Kono ia adalah penjaga pohon manggis tersebut. Anak-anak pun banyak yang lari tunggang langgang karena ketakutan.

Oleh masyarakat sekitar, penunggu pohon manggis tersebut dinamai Mbah Klantung. Menurut cerita orang, Mbah klantung juga sering menghalangi orang yang hendak pergi ke pasar saat hari masih pagi-pagi sekali. Jika Mbah Klantung marah, biasanya menekukkan pohon bambu di pekarang tersebut.

Dulu di pekarangan tersebut memang banya pohon bambunya. Sekarang pekarangan tersebut sudah menjadi sebuah perumahan, tetapi pohon manggisnya tidak ditebang walaupun ada di dekat salah satu rumah. Jika ingin mengambil buah manggis dari pohon tersebut, maka harus minta izin dulu kepada Mbah Klantung. Pernah suatu ketika ada pemulung dari luar dusun yang mau ambil buah manggis, tapi malah tidak bisa pergi dari pohon tersebut dari siang sampai sore. Akhirnya oleh tetangga yang dekat pohon diberitahu, kalau mau mengambil harus minta izin dan tidak boleh banyak-banyak. (Puji)

Read previous post:
KERAJAAN KALINGGA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU SHIMA (3-HABIS) – Membagi Kerajaan Sebelum Mangkat

Sebagai seorang perempuan, Ratu Shima juga mengalami apa yang disebut nyidam saat hamil. Dan Ratu Shima memiliki pengalaman unik terkait

Close