Bakmi Diboking Warga Kampung Klipang

MANG Udin pedagang bakmi keliling di kampung Pedurungan. Sudah 20-an tahun menekuni usaha hingga saat ini. Ia beroperasi hingga larut malam, bahkan hingga pukul 01.00 dini hari masih berkeliling dengan gerobaknya. Cara menawarkannya juga unik, yakni menggunakan kentongan yang dipasang pada tiang gerobaknya. Alat komunikasi klasik dari bambu sebagai isyarat khusus untuk para pelanggannya. ”Thok..thok, thok, thok…!”
“Pak…!”

Ia melihat seseorang yang memanggil dirinya dan spontan menghampiri pelangganannya itu dengan penuh ceria. ”Kepayon!” Batin Udin.
Segera Udin memasakkan pesanan bakmi buat orang tadi. Ia kaget, baru masakkan belum matang sudah ada yang pesan lagi. Hatinya senang karena tak seberapa lama bakal habis dagangannya dan tinggal pulang ke kontrakan. Namun betapa kaget saat akan melayani seorang pemesan di utara jembatan, gerobaknya terasa berat. Iapun mendorong dengan sepenuh kekuatan tetap saja tak mau jalan.
“Hadew ada apa ini?” kata Udin.

Upaya Udin tak juga menemui hasil, bahkan hingga habis tenaganya dan tak sadarkan dirinya. Rupanya ia pingsan. Dalam kondisi setengah sadar, ada seorang perempuan cantik yang mendekatinya. ”Pak bangun .. bangun!”
Begitu tersadar orang itu tak ada. Ia hanya melihat gerobak itu nyungsep di samping jembatan Klipang. Gerobak yang penuh dagangan itu tumpah dan tak dapat dijual lagi. Termasuk dua roda gerobaknya jadi angka 8 alias meliyot tak dapat menggelinding lagi. Ia sendiri tergeletak di pinggir jembatan.
“Kenging nopo panjenengan niku?” penduduk setempat menanyai.

“Rupanya Mang Udin mendapat orderan dari warga Klipang,” sahut seorang sesepuh yang tinggal di kampung tersebut.
Sejak perumahan ini dibangun ada-ada saja keanehan. Termasuk yang dialami bakul bakmi ini. Namun anehnya, setelah kejadian itu dagangannya laris manis. “Rupanya isyarat terbukanya rezeki lewat dagang bakmi ini!” kata Udin dengan semangat dan tetap melanjutkan usaha dengan tabah dan sadar bahwa Tuhan yang berkehendak pada hambanya. – Semua nama samaran. ( WA Sutanto)

Read previous post:
Masuk Mapolres Pati Wajib Mandi Disinfektan

PATI (MERAPI) - Tamu yang masuk areal Mapolres Pati diwajibkan "mandi disinfektan". "Berlaku untuk semua orang. Baik anggota dan pengunjung,

Close