CELANA DALAM PINK DI DALAM EMBER (2-HABIS) – Sabun Cuci dan Minyak Goreng Tak Pernah Habis

SELANG dua hari celana dalam warna pink itu sudah ada lagi di tumpukan cucian. Aneh! Bulu kuduk saya sempat berdiri. Tapi buru-buru saya singkirkan, agar saya tidak berlanjut ketakutan dengan peristiwa aneh itu. Harus lari kemana jika saya terlanjur ketakutan, sedang suami saya belum kembali dari tugas penataran. Menjelang sore, jemuran saya entas. Celdam pink itu masih ada. Saya ambil. Saya berniat segera menyeterika jemuran-jemuran itu. Saya tinggal sebentar ke dapur setelah meletakkan jemuran di atas meja setrika. Sekembali dari dapur… Gandrik! Celdam pink itu sudah lenyap. Siapa gerangan yang mengambil? Padahal pintu rumah dalam keadaan tertutup. Saya sangat ketakutan. Saya berdoa semampunya. Sambil memandang sekeliling, saya bergumam, “Jika kamu sakit atau sedang repot, silakan menitipkan celana dalammu kepadaku. Tapi tolong, jangan ganggu ketentraman keluargaku.”

Setelah peristiwa terakhir itu, tidak ada lagi celdam pink di dalam ember. Tapi keheranan kami tidak berhenti di situ. Ada kejadian aneh, sabun cuci yang biasa saya pakai, seakan-akan tidak pernah habis. Secara logika, jika digunakan setiap hari, pasti akan berkurang dan habis. Tetapi ini sama sekali tidak habis-habis selama berminggu-minggu. Begitu juga dengan minyak goreng untuk masak. Atas kejadian aneh selama berminggu-minggu itu, suami lalu menyarankan untuk menghubungi kenalan kami yang pandai melihat hal gaib. Beliau tinggal di Jember. Untungnya beliau bersedia datang.

Pak Wazid mengatakan bahwa di kebun belakang rumah tetangga kami, yang berdekatan langsung dengan halaman belakang rumah kami itu, dulu pernah ada bayi kluron yang dikubur di situ. Bayi yang dilahirkan tetapi belum masanya untuk lahir dan sudah dalam keadaan meninggal. Di “alam” sana, jenazah sang bayi tetap tumbuh dewasa layaknya manusia, menjelma sebagai peri wanita. Sosok itulah yang selama ini menitipkan celdam warna pink untuk dicucikan. Dan sebagai tanda terima kasih, sosok itu selalu menggantikan sabun cuci dan minyak goreng yang sedang kami pakai hingga tak pernah habis. Pak Wazid lalu melakukan ritual ruwatan di tengah malam. Beliau menyebar beras kuning ke sekeliling rumah sambil membaca doa-doa. Syukurlah, sampai sekarang sudah puluhan tahun, rumah kami sudah tidak ada lagi gangguan celdam warna pink! (Endah Kuswinarni)

Read previous post:
HASIL SURVEY INTERNAL PAN: Elektabilitas Suharsono Masih Rendah

BANTUL (MERAPI) - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul, Mahmud Ardi Widanto mengaku sudah melakukan survey jelang Pilkada Bantul

Close