Diajak Abah Bermain Hujan-hujanan

MARGANA, anak Mak Sarnah, adalah anak ‘bencirih’. Sebuah kondisi dimana daya tahan anak teramat minimal. Sehingga anak ‘bencirih’ mudah sekali jatuh sakit. Pulang sekolah kehujanan, esok harinya bisa ditebak, pasti batuk dan pilek, badannya panas tinggi. Oleh karena itu Mas Sarnah teramat sangat ketat dalam merawat anak tunggalnya.

Sore itu Mak Sarnah pergi ke Balai RW akan mengikuti arisan Ibu-ibu PKK. Di tengah kegiatan, hujan deras tiba- tiba turun dari langit, Mak Sarnah pamit pulang. Dia khawatir dengan Margana, jangan- jangan bermain hujan- hujanan. Maklum, kendati anak ‘bencirih’, Margana juga anak bandel.
Yang dikawatirkan Mak Sarnah menjadi kenyataan. Di dalam rumah tidak didapati Margana, anak semata wayangnya. “Gana, di mana kamu hujan- hujan begini?”, teriaknya.

Mak Sarnah marah begitu melihat anak kesayangannya bermain hujan- hujanan di belakang rumah. “Ya ampun, Gana. Kamu nanti sakit. Baru saja kamu sembuh dari batuk!”, ujar Mak Sarnah sewot.
Diteriaki Emaknya, Margana segera masuk rumah. Aneh. Tidak masuk akal. Begitu Margana berada dalam rumah, dia tidak basah kuyup. Tubuhnya kering. Tidak didapati setetes pun air.

“Aku tadi diajak main hujan-hujanan sama Abah Somadun, Mak. Abah menjamin, aku tidak akan masuk angin, batuk, mau pun pilek”, jawab Margana ketika Emaknya mencecar beberapa pertanyaan.
“Siapa yang mengajak? Abah Somadun?!”, tanya Mak Sarnah seperti tidak percaya akan ucapan anaknya.
Pertanyaan itu diulang lagi, namun jawaban Margana tetap sama. Bahwa yang mengajak adalah Abah Somadun, Kakeknya Margana atau Bapaknya Mak Sarnah.

Mak Sarnah semakin tidak percaya. Selama hidupnya, Abah Somadun tinggal di Sumedang. Jarang sekali pergi meninggalkan desanya. Dan dua tahun lalu Abah Somadun telah meninggal dunia karena sakit tua.
Tiga hari sesudah kejadian itu Mak Sarnah mengajak Margana pulang ke kampung di Sumedang. Tujuan utamanya adalah menengok kubur Abah Somadun.
“Yah, mungkin Abahmu kangen sama kita, Gana”, ujar Mak Sarnah selesai mengirim doa di makam Abah Somadun. – Semua nama samaran

. (FX Subroto)

Read previous post:
Lima Bulan Vaksin Polio di Puskesmas Kosong

BANTUL (MERAPI) - Masyarakat dibuat bingung dengan kosongnya vaksin polio di puskesmas. Bahkan kondisi ini sudah terjadi sejak 5 bulan

Close