Ada Wanita Besar di Pundaknya

AKHIR-AKHIR ini keluarga Sandri sedang tidak bagus. Suaminya, Rinto, selalu mengeluh sakit pada bahunya. Bahkan Rinto juga sering kesurupan tanpa alasan. Awalnya Sandri menganggap sakit itu biasa saja, mengingat Rinto sering membantu Pak Gombloh angkat junjung kayu untuk di buat mebel. Selebihnya Rinto bekerja di sebuah bengkel bersama temannya.
“Aduh bu, pundakku kok sakit ya. Rasanya berat gitu,” keluh Rinto.
“Ya mungkin karena bapak sering angkat junjung kayu sama Pak Gombloh.”
Setiap hari selalu saja ada keluhan Rinto. Tapi sakitnya juga tidak kunjung sembuh. Sakitnya juga tidak bertambah parah, tapi Rinto merasa ada yang memberati dirinya.

Tak tahan terus begini, Sandri langsung sowan ke Eyang Murdi, sesepuh yang juga masih kerabat Sandri sendiri.
“Memang ada yang aneh pada suamimu. Tapi jangan khawatir, aku tahu apa yang membuat suamimu seperti itu.”
“Ada apa eyang?”
“Kalau itu, nanti kamu tahu sendiri. Sekarang bawa garam dan rajah ini. Kerisku ini juga boleh kamu bawa. Saat pulang, langsung sawuri suamimu dengan garam itu seraya baca Al-Fatihah dan Ayat Kursi. Setelah itu akan terlihat yang menyebabkan suamimu seperti itu,” jelas Eyang Murdi.
Saat pulanga Sandri terkejut menjumpai suaminya dingin seperti zombie. Tanpa basa-basi, Sandri langsung, membaca Al-Fatihah dan menyawuri tubuh Rinto dengan garam seperti yang diperintahkan Eyang Murdi. Sandri terkejut setengah mati. Ternyata ada seorang wanita bertubuh sangat besar duduk di pundak Rinto.

Ternyata wanita itu yang mengendalikan Rinto seperti boneka. Rinto bergerak sesuai kemauan wanita itu. Bahkan Rinto menyerang Sandri. Beruntung Sandri busa menghindar. Rinto seperti mirip kuda yang dikendalikan penunggangnya. Sandri langsung mencabut keris dan menyabet tubuh wanita itu. Wanita itu terbelah tubuhnya. Bersamaan dengan itu, Sandri membaca Ayat Kursi. Tubuh yang terbelah itu terbakar seketika.
Sandri lantas bercerita kalau Rinto diikuti jin penghuni pohon yang ditebang Pak Gombloh. Sejak kejadian itu, rumah tangga Sandri membaik dan Rinto sembuh dari sakit. -Semua nama samaran-(Septa Berlianto)

Read previous post:
PENGEMBARAAN SYEH JUMADIGENO DAN WASIBAGENO (6) – Aman Nyaman Meski Gegeran

Rumah tiban yang dibangun oleh Ki Ageng Wonolelo ini sampai sekarang masih dilestarikan. Demikian pun surau atau masjid Ki Ageng

Close