Sosok di Lengkong Rumah

KEJADIAN ini dialami oleh Latifah sekitar tahun 2000. Dia yang sehari-harinya ibu rumah tangga selalu menomorsatukan soal kebersihan rumah. Salah satunya adalah mengambil sampah yang letaknya di lengkong (jalan sempit) untuk diangkut dan disatukan dengan sampah di tong besar depan rumah. Hari itu, seperti biasa, dia hendak mengangkut sampah tersebut. Tapi agaknya dia tidak kenal waktu, sampai sudah terdengar azan Magrib pun tetap ingin menyelesaikan pekerjaan. Ya supaya lekas tuntas dan bisa salat lalu istirahat.

Latifah yang sudah sejak tadi ditinggal anak-anaknya mengaji itu pun langsung menuju ke lengkong. Awalnya dia tidak merasakan ada yang aneh. Namun baru saja membuka pintu dan mengambil sampah, dia dikejutkan oleh sesosok wanita berkebaya dan memakai kerudung berwarna hijau. Sontak dia langsung melempar tempat sampah begitu saja. Lantas membanting pintu keras-keras. Lalu serta merta dia lari menuju ke depan rumah.
“Ana wong ning lengkong (ada orang di lengkong)!” seru Latifah.
“Endi (mana)?” jawab suami Latifah yang sudah bersiap hendak ke masjid.

Tetangga samping kanan dan kiri yang mendengar pun segera berkumpul di depan rumah Latifah. Mereka melongok-longok ingin tahu. Sampai-sampai suami Latifah pun mengangkat sebuah batu besar, mau dipukulkan ke orang itu. Siapa tahu maling.

Namun saat di sorot senter oleh orang-orang, sosok itu sudah tidak ada. Dan sepertinya mustahil bisa melompat tembok tinggi yang menjadi pembatas dengan gang sebelah. Apalagi menurut keterangan Latifah, sosok tersebut memakai jarit. Pokoknya khas orang Jawa, hanya memang posisinya membelakangi. Atau istilah Jawanya mungkuri.

Setelah dipastikan tidak terjadi apa-apa dan Latifah juga ditenangkan, orang-orang mulai membubarkan diri. Dan sejak saat itu, suami Latifah memasang lampu yang lebih terang di lengkong. Konon, percaya atau tidak, yang bukan manusia itu biasanya lebih suka tempat remang-remang dan bahkan cenderung gelap.

Besoknya, kampung ramai oleh berita meninggalnya istri guru mengaji anak-anak di kampung itu. Katanya, almarhumah sudah menderita sakit sejak lama. Kabar itu sekaligus semakin menguatkan berbagai spekulasi, bahwa sosok berkebaya yang ditemui Latifah tadi malam bisa jadi adalah pertanda akan ada orang yang meninggal. Wallahu’alam. (Reni Asih Widiyastuti)

Read previous post:
Kampanye Go Green Untungkan Pengrajin Bambu

KAMPANYE "Go Green" kini digalakkan sebagai upaya untuk mengurangi penumpukan sampah plastik di dunia. Salah satu bentuk kampanyenya adalah dengan

Close