Ada Suara Nggroook-nggroook di Pojok Kamar

KEPONAKAN saya Dina dari Sumatra diterima kuliah di UGM. Luar biasa senangnya, karena bisa kuliah di Yogyakarta. Orang tuanya mengantar sampai di Yogyakarta untuk mencari kontrakan rumah secepatnya. Di sekitar kampus sudah penuh. Maka orang tuanya mencari kos-kosan agak jauh dari kampus. Di situ memang untuk kos mahasiswi.

Menjelang pengenalan kampus Dina sudah sampai di kamar yang akan ditempati. Pada sore hari ada kegiatan kampus, Dina mengikutinya. Pukul 21.00 WIB Dina baru pulang. Sampai di tempat kos segera makan dan minum, membersihkan tempat tidur dan pukul 23.00 WIB mulai tidur. Karena di tempat baru ia tidak mudah tidur, entah apa yang dipikirkan selalu mengganggu pikirannya. Sebentar-sebentar tidur sebentar-sebentar bangun.

Pukul 03.00 WIB Dina mendengar suara “nggroook-nggroook” di pojok kamar, suara itu makin lama makin keras. Dina sangat ketakutan dan blak-blug blak-blug tangan dan kakinya memukul-mukul kasur. Akhirnya ia meraih saklar dan menghidupkan lampu kamar, ternyata di dalam kamar tidak ada apa-apa.

Kemudian ia tidur lagi dalam keadaan lampu menyala. Entah karena apa lampu kamar padam sendiri sedang lampu-lampu di luar kamar tampak menyala. Dina terkejut dibangunkan suara nggroook-nggroook berulang kali makin lama makin keras. Dina pun melihat di atas almari ada hantu seorang wanita, matanya melotot putih, lidahnya keluar dan lehernya terikat tali. Suara nggroook-nggroook itu rupanya dari mulutnya hantu itu. Sulit bernafas karena terlilit tali.

Dina takut namun tak bisa bersuara. Akhirnya lari sempoyongan keluar rumah dan menjerit sejadi-jadinya. Tetangga berdatangan untuk menolong. Dalam sekejap tetangganya sudah berkumpul. Dina dibawa ke kamar lain agar pikirannya tenang. Kemudian diberi air putih. Sesudah itu dina ditanya apa yang terjadi sampai menjerit-jerit. Iapun menjelaskan apa yang ia lihat. Kemudian tetangganya masuk kamar Dina ternyata lampu kamar Dina sudah menyala dan di almari tidak ada hantu. Waktu itu sudah pukul 06.00 WIB. Tetangganya pun pulang ke rumahnya masing-masing. Dina memberitahukan pada orang tua dan saudaranya tentang kejadian itu.

Pada siang harinya orang tuanya dan saudaranya datang. Dina sudah tidak mau tinggal di kamar tersebut, ia minta dicarikan tempat lain yang tidak ada hantunya. Meski kamar itu sudah dibayar penuh terpaksa ditinggalkan.
Hari-hari berikutnya orang tua Dina menemui yang empunya rumah angker tersebut. Akhirnya terungkap mengapa kamar yang ditempati Dina itu angker. Kamar itu dulu untuk menggantung mahasiswi yang bunuh diri karena stres akibat lama tidak bisa menyelesaikan skripsinya. Oleh pemilih rumah sementara kamar Dina itu tidak disewakan. (Drs. Subagya)

Read previous post:
MERAPI – ISTIMEWA UJB Yogyakarta menggelar workshop pengelolaan sampah plastik di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul.
WORKSHOP UJB DI SRIMULYO: Pengolahan Sampah Plastik Bisa Diterapkan di Desa

BANTUL (MERAPI) – Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar Workshop Pengelolaan Sampah dengan fokus pada pengenalan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi

Close