Kuda Lumping Berlari Seperti Kuda Pacu

SEBULAN lalu Pak Tardi mengucapkan nadar. Jika cucu kesayangannya sembuh dari sakitnya, dia akan menggelar pertunjukan kesenian kuda lumping sehari penuh. Kelompok jathilan “Turonggo Bergas” pun dipesan untuk memenuhi nadarnya tersebut.

Hari yang ditentukan tiba. Belum lagi pertunjukan dimulai penonton sudah berdatangan, membentuk arena. Maklum saja kelompok jatilan tersebut hari itu konon akan tampil istimewa. Pentas siang itu akan dimeriahkan dengan beberapa pemain perempuan.

Episode demi episode selesai digelar. Selalu diakhiri dengan salah satu pemain mengalami trance atau “ndadi”. Dan berhasil dipulihkan kesadarannya oleh Sang Pawang. Atas permohonan yang punya hajad, sebelum episode ke empat dimulai, semua personil dipersilahkani istirahat, makan siang.

Menjelang jam satu pertunjukan dimulai lagi. Enam orang penari kuda lumping didampingi tokoh Penthul dan Bejer berlenggang- lenggok menari. Menyelaraskan gerak dengan irama gamelan. Tiba- tiba Kang Sarmin, salah seorang pemain mengalami trance.

Gerakan tarinya sudah tidak terkendali. Sang Pawang tidak mengira jika Kang Sarmin tiba-tiba melarikan diri, meninggalkan arena pentas. Dengan masih “menunggang” kuda kepang, Kang Sarmin berlari menuju lapangan sepakbola tidak jauh dari rumah Pak Tardi, yang empunya gawe. Seperti kesetanan, lari Kang Sarmin sangat cepat, secepat kuda balap. Beberapa kali mengelilingi luas lapangan.

Sang Pawang yang usianya sudah tidak muda lagi, lari pontang-panting, berusaha mengejar Kang Sarmin. Tidak berhasil, malah jatuh tengkurap tidak sadarkan diri di tengah lapangan.

Beruntung, Basuni, Asisten Pawang yang usianya masih muda, sigap dan tangkas. Dia berhasil menghadang dan menghentikan larinya Kang Sarmin. Beramai-ramai pemain jathilan yang masih dalam kondisi trance itu digotong. Dibawa kembali ke arena pentas.

Tidak lama kemudian Asisten Pawang berhasil mengembalikan sepenuhnya kesadaran Kang Sarmin. Selesai pentas Kang Sarmin tampak bangga. Wajahnya berseri-seri. Dalam perasaannya, Kang Sarmin merasa seperti baru saja mengikuti lomba balap kuda. Dan dia adalah pemenangnya. – Semua nama samaran. (FX Subroto)

Read previous post:
Cincau Hitam Musuh Panas Dalam

JENIS cincau hijau maupun hitam sudah banyak yang mengenalnya. Setelah diproses sampai menjadi mirip agar-agar, bisa dipotong-potong lalu dicampurkan pada

Close