Misteri di Malam Tahun Baru

Misteri di Malam Tahun Baru
Misteri di Malam Tahun Baru

SIAPA sangka jika peristiwa misteri justru terjadi pada zaman modern begini? Dan terjadi baru-baru saja, justru tepat pada malam tahun baru kemarin?
Di saat orang-orang bergembira merayakan malam tahun baru, Tarjo justru tengah berduka. Ayahnya sakit keras dan setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, kondisinya makin kritis. Menjelang malam tahun baru itu ayahnya harus dipindahkan ke ruang ICU.

Selama ini Tarjo hanya tinggal berdua dengan ayahnya, paska ibunya meninggal. Sebetulnya dia punya kakak. Kakaknya sudah menikah dan tinggal di Batam.
Setelah ayahnya berada di ruang ICU, Tarjo pun ingin menelpon kakaknya untuk memberitahu kondisi ayahnya yang makin kritis dan dipindahkan ke ruang ICU. Ia mencari-cari ponselnya. Dirabanya saku baju dan celananya, tidak ada. “Di mana ya, kok tidak ada? Apa ketinggalan di kamar tadi ya?” batinnya bingung.

Setelah dicari-cari di mana-mana, akhirnya ketemu juga. Ponselnya terselip di dalam tas kresek. Rupanya karena terburu-buru pindahan tadi, jadi dia asal saja memasukkan semua barang ke dalam tas kresek besar. Maklum, cuma dia satu-satunya yang menjaga ayahnya. Karena darurat, ranjang yang berisi ayahnya itu tadi langsung didorong dengan cepat dari kamar perawatan menuju ruang ICU. Secepat kilat ia harus memberesi barang-barangnya dan langsung berlari mengejar ranjang ayahnya.

Saat ia menyalakan ponselnya, ponsel itu mati. Saat tombol powernya ditekan, tetap mati. Berulangkali ditekan, ponsel itu tetap tidak menyala. Ia baru ingat tadi baterainya tinggal 5%. Lalu dia pun mengambil kabel chargernya dan mencari-cari colokan. “Di mana ya?” sambil celingak-celinguk.

Setelah mencari di mana-mana, akhirnya ia menemukan colokan di ruang tunggu, agak jauh dari ruang ICU. Dia pun langsung mengecash ponselnya. Karena pikirannya sedang kalut, dia tidak begitu peduli dengan keadaan sekitar. Pikirannya sedang fokus ke ponselnya. Apalagi malam itu sepi sekali. Tidak ada orang yang duduk di sana.

Tanpa sengaja ia menoleh ke samping. Betapa kagetnya dia saat menoleh, ternyata di sebelahnya persis duduk sesosok laki-laki tua. Namun karena pikirannya sedang kalut, dia tidak begitu peduli. Perhatiannya kembali fokus ke ponselnya. Sesekali saat menoleh, ia melihat sosok tua itu sedang duduk.
Setelah beberapa saat kemudian baterainya penuh, ia pun mencabut charger ponselnya dari colokan. Colokan itu terletak di samping kursi yang diduduki sosok itu.

Betapa terkejutnya dia saat melihat sosok itu sudah tidak ada. Dia clingak – clinguk memperhatikan sekitarnya, sunyi. Di ruangan itu cuma dia sendiri. “Ke mana perginya bapak itu?” batinnya sambil melangkah kembali ke ruang ICU. Tiba-tiba ia tersadar. Ruang tunggu itu terletak di sudut. Untuk menuju ruang tunggu itu hanya ada satu-satunya jalan akses. Siapa pun yang menuju ke ruang itu pasti terlihat olehnya, karena tempat duduknya menghadap ke lorong itu. “Wah, jangan-jangan …” Bulu kuduknya berdiri. – Semua nama samaran – (Hendro Wibowo)

Read previous post:
Lancarkan BAB dengan Bayam Merah

BAYAM termasuk jenis sayur populer di masyarakat. Selain cocok dibuat sayur, dapat juga diolah menjadi keripik bayam. Varietas bayam yang

Close