Minta Diantar Kendaraan Kesayangan

UNTUK ukuran sebuah kandang kendaraan, garasi yang dibangun Pak Sajim boleh disebut istimewa atau mewah. Namun, orang akan terheran-heran manakala mengetahui kendaraan yang dikandangkan. Bukan sedan mewah atau kendaraan roda empat yang mahal harganya, tetapi…gerobak sapi.

Sebuah gerobak sapi yang tidak lagi dimanfaatkan untuk alat transportasi. Memang, antara Pak Sajim, sang pemilik dan gerobak sapi tersebut sepertinya ada hubungan batin yang tak bisa dipisahkan.

Bagi Pak Sajim, gerobak sapi yang sekarang “dimuseumkan” di garasi mewahnya itu adalah segalanya. Tidak dipungkiri jika gerobak sapi tersebut telah membawa sukses kehidupan Pak Sajim dan keluarganya.

Berkat gerobak tersebut, anaknya yang tiga orang semua telah mentas dan menjadi orang. Hal itu terjadi limapuluh tahun lalu ketika alat angkut tradisional tersebut berada pada puncak kejayaannya.

“Jangan kau apa-apakan kendaraan itu. Yang penting rawatlah dia sebaik- baiknya seperti engkau merawat dirimu juga diriku,” ujar Pak Sajim kepada anak sulungnya Kasmanu. Ketika itu Kasmanu berniat akan menjual gerobak sapi tersebut, dan akan menggantikannya dengan truk. Dengan harapan truk tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga.

“Aku ingin dia yang mengantarkan aku menuju tempat peristirahatanku yang terakhir,” ujar Pak Sajim suatu malam kepada Kasmanu ketika sakit yang dideritanya semakin parah.

Pagi-pagi benar ketika suasana dusun masih lengang, Pak Sajim menghembuskan nafasnya yang terakhir. Selain Bu Sajim, Kasmanulah yang mendampingi kepergian ayahnya menghadap Sang Khalik.

Merasa mendapat amanah dari Ayahnya, Kasmanu pun tidak ragu- ragu memerintahkan pada tetangga- tetangganya yang datang melayat untuk mengeluarkan gerobak sapi milik Ayahnya dari “singgasana”-nya.

Jadilah, sebagai pengganti mobil jenazah, sore hari itu peti jenazah Pak Sajim, orang terpandang di dusunnya, dinaikkan ke atas bak gerobak sapi, dan diangkut menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Dua ekor sapi besar dan tinggi dengan gagahnya menarik gerobak tersebut. Berjalan perlahan-lahan menuju tempat pemakaman Pak Sajim. – Semua nama samaran –(FX Subroto)

Read previous post:
Jenang Garut Musuh Serangan Maag

NAMA garut sudah tak asing, apalagi bagi warga pedesaan. Bagian umbi tanaman ini dapat cukup direbus, diolah menjadi emping maupun

Close