Asisten Dosen Itu Tiba-tiba Hilang

“BU, nanti kita mau adakan pertemuan Koordinator Lapangan. Kami minta izin menggunakan ruang tamunya,” kata Fer minta izin pada ibu pemilik rumah yang untuk posko KKN.

“Boleh kalau mau adakan rakor. Kebetulan aku mau ke pantai bersama cucu-cucuku,” jawab ibu pemilik rumah.

Fer mendapat izin merasa lega. “Terima kasih, Bu.”

Fer segera hubungi kawannya lewat gawai. Begitu cepatnya sudah oke semua. Korlap sudah dihubungi dengan cepat termasuk lokasinya. Maklum rumah posko yang digunakan kelompok Fer itu luas lahannya dan nyaman. Termasuk halamannya yang dapat untuk parkir banyak motor dan mobil.

“Nanti ada dosen pengawas juga akan hadir!” Fer memberitahu bu posko.

Siang itu berangkatlah dengan ditemani Han selaku pembantu umum. Ternyata yang dijemput itu seorang yang sudah berhenti di pertigaan kecamatan. Ia diantarkan dengan ojek online. Menurut pengakuannya.

“Mana yang mau menjemput?” tanya orang tersebut

Fer segera hampiri, karena ia memang sudah ada tugas itu.

Bersama sosok yang menyerupai asisten dosennya itu, Fer segera meluncur. Tapi saat sampai di bulak, ada keanehan. Sosok yang dijemput itu hilang di tengah bulak dekat jembatan. Konon, jembatan itu pernah jadi tempat pembuangan mayat tahun lalu.

Fer baru sadar ketika obrolannya tahu-tahu terputus. Setelah menengok, ternyata orangnya sudah tak ada di belakangnya. Di tengah kebingunganya, Fer mendapat kabar kalau asdos sudah datang lewat jalur perbatasan. Ternyata ia baru saja dikerjai oleh asdos palsu.

“Tak apa kalian mendapat salam. Yang penting niat kita baik tanpa mengganggu dan bisa hidup saling berdampingan. Mereka juga makhluk Tuhan yang hidup di alam raya!” kata Bu Posko. – Semua nama samaran –


(WA Sutanto)

Read previous post:
Ki GEDE REDI MIJIL (2) – Sinar Kuning di Atas Pohon Duwet

BEBERAPA puluh tahun yang lalu warga sekitar pernah dibikin penasaran dengan munculnya Bola sinar berwarna kuning di pojok kidul kulon

Close