Tongkat Kesayangan Mbah Kakung Dibakar

DI bagian tengah batang pohon asem yang usianya sudah ratusan tahun, biasanya terdapat galih. Galih adalah bagian kayu yang paling keras. Terjadinya galih karena proses alam.

Kayu galih asem banyak dicari orang karena banyak khasiatnya. Konon, bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Juga berguna untuk tolak bala. Orang berduit rela membayar mahar puluhan juta rupiah demi mendapatkan kayu galih asem yang sudah dibentuk sebagai tongkat.

Mbah Prono adalah salah seorang yang memiliki tongkat kayu galih asem. Bukan dari membeli, tetapi mendapat warisan dari orang tuanya. Dasar orang pendiam, Mbah Prono tidak pernah menceriterakan hal kepemilikan tongkat tersebut kepada siapa pun. Termasuk isteri tercintanya, mbah Prono Putri.

Saat itu sedang terjadi kelangkaan pasokan gas elpiji jenis melon. Mbah Prono putri kesal dengan kondisi tersebut. Beberapa pemilik warung yang didatangi menjawab sama: “Gas habis. Pasokan belum datang.”

Akhirnya Mbah Prono putri pergi ke pasar dekat rumahnya, membeli tungku terbuat dari tanah. Diputuskan, akan masak- memasak dengan cara lama, menggunakan kayu bakar. “Toh di kebun belakang rumah banyak dahan dan ranting kering,” begitu pikirnya.

Sore itu Mbah Prono putri akan menjerang air dan memasak sayur untuk makan malam. Dia lupa jika persediaan kayu bakar hampir habis. Tinggal beberapa potong kayu dan ranting kering.

Perempuan sepuh itu masuk ke kamar Mbah Prono kakung, akan mengambil korek api. Celingak-celinguk ke seantero kamar, mata sepuhnya menatap sepotong kayu tersandar di pojok kamar.

Tanpa berpikir panjang, kayu berwujud tongkat berwarna coklat tua kehitaman, yang tidak lain dan tidak bukan adalah tongkat kayu galih asem, dipungutnya. Dibawa ke dapur dan bersama dengan kayu dan ranting kering lainnya, dimasukkan ke mulut tungku. Lalu dibakar dan buuul…dijilat api.

Pulang dari kebun Mbah Prono kakung kelimpungan mencari tongkat kayu galih asem miliknya. Dilihatnya sudah berada di mulut tungku. Itu pun hanya tersisa sepuluh sentimeter. Mendapati hal itu Mbah Prono kakung menangis layaknya anak kecil kehilangan mainan kesayangannya. Mbah Prono putri menyesali apa yang dilakukan. Namun, nasi sudah menjadi bubur. -Semua nama samaran-(FX Subroto)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ADIPATI UKUR MENGGOYANG MATARAM (2) – Mataram Minta Bantuan Ki Bagus Sutapura

TUMENGGUNG NARAPAKSA berembug dengan para bupati Priangan, bagaimana caranya mengalahkan Adipati Wangsanata yang ternyata sakti mandraguna. Beberapa prajurit Mataram tewas

Close