Eh, Patung Itu Meratap Minta Payung

TIDAK keliru jika ada orang bilang, kehidupan ini bagai roda yang berputar. Hari ini ada di bawah, bisa jadi esok ada di posisi atas.

Adalah Pak Bar (nama samaran) yang kesehariannya sebagai pengepul barang rongsokan. Barang yang sepintas tampak tidak ada nilainya itu ternyata mampu menghantarkan Pak Bar membangun sebuah rumah mewah.

Bukan rumah mewah karena letaknya mepet sawah, namun sebuah rumah besar dan indah tempat Pak Bar beserta keluarganya tinggal. Dibangun di atas tanah seluas seribu meter persegi. Tembok setinggi dua meter mengelilingi rumah tersebut yang pada halaman depan dibangun sebuah gapura dengan dua pintu terbuat dari besi.

Sebagai tolak bala, di kanan dan kiri pintu gapura bagian luar dipasang patung batu berwujud raksasa duduk timpuh dengan tangan kanan memegang gada. Orang menyebut sepasang patung itu sebagai Cingkarabala dan Balaupata.

Kala itu sedang musim penghujan. Sejak sore hujan turun tidak berhenti. Belum lagi jam sepuluh malam Pak Bar sudah masuk ke peraduannya. Menyusul istrinya yang sudah terlelap sejak sore.

Biasa tidur lewat tengah malam, bagi Pak Bar jam sebelas masih terasa sore. Di tengah suara derasnya air hujan yang turun dari langit, sayup- sayup telinga Pak Bar mendengar suara seperti orang meratap, meminta tolong.

Semula Pak Bar tidak begitu hirau dengan suara tersebut. Namun semakin malam suara itu semakin terdengar jelas. Pak Bar bangun dari tempat tidurnya, melangkah ke ruang depan. Ingin mengetahui asal suara itu.

“Hah?!,” ucap Pak Bar pendek. Ternyata suara itu berasal dari bagian luar halaman depan rumahnya. Suara itu semakin terdengar jelas ketika dia mendekat ke gapura dan membuka sedikit pintunya. Dari celah pintu gapura dia mengintip ke arah patung raksasanya. Terdengar suara seperti orang menggigil kedinginan dan meminta sesuatu.

Tak pelak, suara itu ternyata dari kedua patung yang ada di kanan dan kiri pintu gapura. “Aku njaluk payuuung…,” begitulah ratap patung Cingkarabala dan Balaupata tersebut. Meski artikulasinya kurang jelas, namun bisa ditangkap maksudnya. (FX Subroto)

Read previous post:
BERSIFAT ALAMI DAN MENYEHATKAN LAYAK UNTUK DIPILIH (8) – Buah Leci Cegah Luka Lambung

TAK sedikit bahan bersifat alami sudah banyak dimanfaatkan masyarakat. Semua layak dipilih sebab ada berbagai alasan, misalnya enak dikonsumsi, mengandung

Close