Ketiduran Saat Sedang Mengemudi

SEBAGAI sopir pribadi, Manto (bukan nama sebenarnya) menyadari, suka atau tidak suka harus patuh kepada majikannya. Sore itu Manto ditugaskan ke Purwokerto mengantar Pak Hardani (nama samaran) majikannya, yang akan njagong manten saudara sepupunya.
“Manto, mobilnya kamu bawa pulang saja sekarang. Aku pulang besok pagi bersama rombongan keluarga dari Klaten,” begitu perintah Pak Hardani setelah beberapa saat sampai di tempat perhelatan.

Meski kurang senang, mau tidak mau Manto harus menuruti perintah bosnya, pulang ke Yogya mengendarai mobil Pak Hardani sendirian. Menjelang jam dua belas malam mobil yang dikemudikan Manto memasuki wilayah Purworejo.

Malam-malam menelusuri jalanan yang relatif sepi dan sendirian, menjadikan rasa kantuknya tak tertahankan. Kelopak matanya terasa menggelayut berat sekali. Padahal sebelum berangkat tadi, keluarga yang punya gawe sudah membuatkan kopi panas untuknya.
Leeer…! Dalam beberapa detik mata Manto terpejam, tidur. Dia teramat sangat kaget dan heran. Posisi duduknya telah berubah. Semula duduk di belakang kemudi, berpindah ke samping kiri.

Tidak diketahui dari mana datangnya, tahu-tahu sudah ada sesosok pria setengah tua duduk di belakang kemudi. Dengan tenangnya sosok pria itu mengemudikan mobil itu. “He siapa sampeyan? Cukup sampai di sini saja!” hardik Manto dengan suara keras sambil berusaha merebut kemudi.

Sepertinya sosok laki-laki itu tidak berniat jahat. Dengan tersenyum dia memberikan kemudi kepada Manto. Sedikit demi sedikit sosok laki- laki itu menggeser duduknya. Kini Manto benar-benar telah memegang kembali kemudi itu. Bersamaan dengan itu, sosok pria kalem tersebut hilang dari pandangan mata Manto.

Manto menghentikan mobil yang dikemudikan. Turun dari mobil, di seberang jalan dia melihat sebuah Musala. Di situ dia besujud dan berdoa. Mengucap syukur dan terimakasih, Tuhan telah menyelamatkan jiwanya, melalui sosok pria yang tidak lain tidak bukan juga makhluk ciptaan-Nya. Di sisi lain, Manto mendapat pelajaran, kalau sedang ngantuk jangan nyopir. Lebih baik istirahat dulu, ketimbang ketiduran di belakang kemudi. (Andreas Seta RD)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lawan Sembelit dengan Kemiri

NAMA kemiri sudah tak asing lagi di masyarakat. Rempah jenis ini banyak digunakan dalam bidang masak-memasak atau kuliner. Bahkan diyakini

Close