Mobil Dipinjam Penghuni Pohon Sawo

PAK Kirno (bukan nama sebenarnya) beserta seluruh keluarganya gembira. Setelah melalui nego yang alot, akhirnya mobil setengah pakai berkapasitas tujuh penumpang itu berhasil menjadi miliknya. Karena belum mempunyai garasi, untuk sementara mobil tersebut diparkir di bawah sebuah pohon sawo manila besar, di samping kanan rumahnya.

Malam belum begitu larut ketika Pak Kirno membaringkan tubuhnya di samping isterinya yang sejak jam sembilan telah terlelap. Tiba-tiba telinganya mendengar suara mesin mobilnya dihidupkan. Rheeeeng…..dan suara itu terdengar semakin menjauh. Tentu saja hal itu membuat Pak Kirno terkejut.

Tergopoh- gopoh Pak Kirno bangun dan beranjak menuju pintu. Begitu pintu dibuka, dia melongok ke arah kanan rumahnya. Hatinya lega. Mobil yang seminggu lalu menjadi miliknya, masih berada di samping kanan rumahnya. Sambil mengucap syukur Pak Kirno kembali ke tempat tidur.

Seperti biasa, pagi jam lima Pak Kirno sudah bangun. Kalau kemarin- kemarin bangun tidur langsung mengamati ayam-ayam jago bangkoknya, kini yang diamati berganti, mobil setengah pakainya.

Pak Kirno mengerenyitkan dahinya. Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Tadi malam sehabis dia pakai, mobil itu menghadap ke barat. Pagi ini kok berubah menghadap ke timur? Curiga dengan sesuatu yang terjadi, buru- buru Pak Kirno membuka pintu mobil.

Lho?! Lantai ruang kabin tampak kotor. Ada kulit kacang, kulit duku, dan kulit rambutan, berceceran. Juga ada beberapa gelas plastik, yang airnya tinggal separo, sebagian telah kosong. Tidak hanya itu. Di dhasboard ada delapan lembar karcis masuk obyek wisata pantai selatan Yogyakarta. Semuanya telah disobek.

Pak Kirno menghubungkan ini semua dengan pohon sawo di samping kanan rumahnya yang konon ada penghuninya. Buru-buru dia sowan Mbah Moyo (nama samaran), ahli supranatural kepercayaannya.

Menurut penerawangan Mbah Moyo, penghuni pohon sawo tersebut telah meminjam mobil Pak Kirno. Dipakai jalan-jalan sekeluarga, plesir ke pantai selatan.

“Pak Kirno nggak perlu khawatir. Sudah saya ingatkan kok. Jangan lagi hal itu dilakukan,” ujar Mbah Moyo yang membuat lega hati Pak Kirno. (Andreas Seta RD)

Read previous post:
MENELISIK DINAMIKA MATARAM ISLAM PASCA PANEMBAHAN SENOPATI (1) – Raden Jolang Pengganti Panembahan Senopati

DALAM kelanjutan dinasti Mataram Islam, setelah Panembahan Senopati sebagai peletak dasar sendi-sendi keluhuran kerajaan Mataram pasca Pajang wafat, menjadi menarik

Close