Misteri Penghuni Rumah Gratisan

RUMAH limasan milik Mbah Min (bukan nama asli) itu berada di desa Birit. Mbah Birit sendiri bekerja di Jakarta dan baru pulang saat di desa ada hajatan atau saat Lebaran. Agar rumah agar tetap dihuni, maka oleh Mbah Birit ditawarkan kepada siapa saja yang mau menempati tidak dipungut uang sewa alias gratis.
Karena gratisan, maka orang pun antre untuk bisa menempati rumah itu. Tapi herannya, hampir tidak pernah ada yang tahan lama. Hanya sebentar, kemudian digantikan oleh orang lain yang sudah siap menggantikan. Begitu seterusnya hingga lebih 10 kali rumah itu berganti penghuni.

Dari sekian orang yang pernah menenpati rumah Mbah Birit, ada-ada saja cerita yang muncul. Bahkan sampai ada bekas penghuni yang mengatakabn, dibayar saja tidak mau tinggal di rumah tersebut.

Konon menurut cerita tetangga kanan dan kirinya, memang rumah itu mengandung misteri. Hanya saja sampai saat ini misteri tersebut belum terpecahkan.
Penghuni yang terakhir, baru seminggu ternyata tidak tahan di rumah itu. Kejadian yang aneh menimpa keluarga Lik Jan (bukan nama asli) yang menempati rumah Mbah Min. Suatu saat anaknya hilang dan saat dicari oleh istri Lik Jan, tahu-tahu anaknya ternyata diajak seseorang tak dikenal dan sudah berada di luar desa.

Padahal ketika itu anaknya masih di depan TV. Begitu ditinggalkan ke belakang mengambilkan makanan, tiba-tiba sudah raib dari tempatnya. Lha kok anak itu malah ditemukan di tepi jalan di luar desa oleh Mas Di (juga bukan nama asli) yang baru pulang dari sawah.

Juga ada beberapa kejadian aneh lain dialami oleh Lik Jan. Pernah suatu saat Lik Jan diajak saudaranya makan bareng di restoran, tapi tahu-tahu dirinya sudah berada di tengah sawah.

Rentetan kejadian aneh itu membuat Lik jan cepat-cepat kabur dari rumah Mbah Min.

Begitu rumah itu dikosongkan, datanglah Mas Mar (bukan nama asli) yang pengin menempati. Ia cuma modal nekat dan niat pengin gratis saja. Orangnya dikenal ndablek, yang penting dapat tumpangan gratis. Mas Mar termasuk paling tahan dengan godaan, sehingga akhirnya bersama keluarga mampu bertahan hingga saat ini. Mereka malah sudah memiliki anak dan tetap tak ada gangguan. Hingga kini Mas Mar tetap nyaman. Ternyata rahasia itu terletak pada tekat yang kuat dan gratisan itu. (WA Sutanto)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
IKHTIAR MENCEGAH DAN MELAWAN PENYAKIT TANPA BIAYA MAHAL (1) – Ketumbar Musuh Penyumbatan Pembuluh Darah

KETIKA seseorang terserang penyakit atau gangguan kesehatan apalagi sudah berat, tak jarang butuh banyak biaya, misalnya ketika harus rutin berobat

Close