Diantar Tukang Becak Misterius

HARI ini, hari yang cukup padat bagi Isna (nama samaran). Bagaimana tidak, setelah jam sekolah berakhir, masih harus les. Apalagi jam sekolah berakhir pukul 15.30. Disusul les hingga jam 17.00. Setelah les, masih harus mengurus mading kelas. Maklum, sekolahnya sedang lomba cipta mading.

Semuanya baru selesai pukul 20.00. Biasanya Isna pulang naik bus. Sayangnya, selarut itu sudah tidak ada bus lewat. Isna pun bingung bagaimana caranya agar bisa pulang.

Ingin pesan ojek online, baterai habis. Mau pesan taksi, uang tinggal sedikit. Mau nebeng teman, HP-nya mati. Kali ini, Isna benar-benar bingung. Di saat kebingungannya itu, ia melihat seorang tukang becak. Naas, tukang becak itu terjatuh becaknya terbalik. Isna segera menolong tukang becak itu.
Beruntung si tukang becak tidak cedera serius.

“Jam segini kok baru pulang?” ujar tukang becak yang melihat Isna masih memakai baju sekolah.

“Iya pak tadi ada acara di sekolah jadi pulang malam,” jawab Isna.

“Ya sudah, bagaimana kalau bapak antar saja sampai rumah? Tidak usah bayar. Itung-itung kan tadi mbak nolong saya.”

Awalnya Isna ragu-ragu. Tapi ia berpikir, daripada jalan kaki saat larut malam, akhirnya tawaran tukang becak itu diterimanya.

Isna pun menaiki becak itu. Entah mengapa, jalannya becak semakin lama semakin cepat. Bahkan ia merasa itu lebih cepat dari naik bus. Ditambah lagi, becak itu seperti diselimuti kabut.

Lantas rasa ngantuk benar-benar menyerang Isna. Sesekali ia melirik ke bawah. Aneh sekali. Tempat yang dilewati terlihat kecil. Seolah ia melihatnya dari ketinggian. Tapi karena mengantuk, ia menganggap itu hanya mimpi.
Sejenak kemudian tukang becak membangunkan Isna. “Mbak… mbak, sudah sampai tujuan mbak.”

Saat membuka mata, ternyata Isna sudah berada di depan rumah. Herannya, perjalanan dari sekolah ke rumah terasa sangat singkat. Lebih heran lagi, tadi Isna tidak memberitahu alamat rumahnya, tapi tukang becak langsung mengantarnya sampai di depan rumah.

Isna melihat jamnya menunjuk pukul 23.30. Waktunya memang benar, tapi perjalanannya terasa sangat cepat. Isna pun menoleh ke belakang. Ehh… becak itu sudah hilang. Hanya ada kepulan asap dan tercium bau kembang kamboja. Dengan ketakutan, Isna langsung masuk rumah. “Siapa sebenarnya tukang becak yang mengantarku tadi,” kata Isna sambil merinding. (Septaberlianto)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Umbi Kana Lawan Wasir

TANAMAN bunga kana dengan nama lain bunga tasbih mempunyai tampilan khas. Selain sebagai tanaman hias dengan bagian bunga yang tampil

Close