Tidak Terima Dibilang Wanita Nakal

SUDAR dan Jiman (keduanya bukan nama sebenarnya), memiliki pekerjaan yang sama, yaitu: sebagai pengemudi becak. Malam itu Sudar bersama empat pria lainnya sudah berkumpul di cakruk, akan menunaikan tugas ronda kampung. Jiman yang datang belakangan, langsung membuka perbincangan.

“Kamu percaya nggak, Dar. Kemarin malam aku ditampaki wewe gombel, di atas jembatan lawas wetan Kantor Kecamatan itu. Saking terkejutnya, becakku sampai nggoling,” ujar Jiman dengan mimik serius.

Mendengar ceritera itu Sudar malah tertawa terbahak-bahak. “Ha…ha…ha… Itu dongeng lawas, Man. Mbah Wiryo, kidul omahku sudah berpuluh kali menceriterakan tentang wewe gombel itu,” kata Sudar menyepelekan cerita Jiman.

“Memang, wewe gombel itu sekarang masih ada. Mangkalnya juga di ujung timur jembatan lawas itu. Dia bukan lelembut tapi wanita nakal. Kalau kamu punya duit, dia bersedia diajak ngamar,” sambung Sudar masih dengan ketawa ngakak.
Daripada sakit hati, ceritanya dibantah habis-habisan, Jiman mengalah, trima meneng. “Ya sudah kalau nggak percaya. Semoga saja kamu tidak mengalami seperti aku, Dar,” ujar Jiman.

Seminggu kemudian. Karena tidak narik di siang hari, Sudar jalan malam. Menjelang jam sebelas, seorang perempuan minta diantar ke kampung Sambilegi. Untuk memperpendek jarak, Sudar melewati jembatan lawas wetan Kantor Kecamatan. Dheg! Pikiran Sudar teringat akan cerita Jiman. Tak urung hati kecilnya mengakui juga jika jembatan lawas itu angker. Tiba- tiba…Grobyak! Becaknya nggoling ke kiri. Roda depan sebelah kanan menggilas batu sebesar dua kepal tangan orang dewasa. Sudar terpelanting ke samping kiri. Ketika akan bangkit, dia merasa pundaknya diinjak sesosok perempuan.

“Kalau ngomong jangan ngawur ya. Aku ini lelembut wewe gombel. Bukan wanita nakalseperti yang kamu bilang seminggu lalu pada temanmu,” ujar sosok perempuan itu dengan wajah marah dan dalam sekejap hilang dari pandangan Sudar.

Keesokan harinya Sudar mendatangi Jiman. Minta maaf jika dia telah membantah, tidak percaya, dan menertawakan cerita Jiman. “Ceritamu benar, Man. Wewe gombel itu masih menghuni jembatan lawas,” kata Sudar. (Andreas seta RD)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-DOKUMEN DITNARKOBA POLDA DIY. Barang bukti ribuan butir pil koplo.
BANDAR YOGYA-JATENG DIBEKUK-40 Ribu Butir Pil Koplo Disimpan di Kamar Kos

DEPOK (MERAPI)- Petugas Diresnarkoba Polda DIY menggerebek dan menangkap seorang bandar pil koplo, Kamis (31/1). Dari tangan tersangka, petugas berhasil

Close