Perang Bharatayudha di Rumah Ki Dalang

KI Bagas (nama samaran) adalah dalang yang cukup kondang di desanya. Kelihaiannya memainkan wayang ditambah suara yang khas dan joke-joke yang menarik menjadi ciri khasnya. Tak heran banyak orang yang menyukai penampilan dalang muda ini.

Ia pun sering diminta mengisi berbagai acara. Bahkan sering pula mendapat job ke luar kota, seperti Semarang, Solo, Surabaya dan beberapa kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bakat mendalangnya sudah terlihat sejak kecil, mewarisi kemampuan dari kakeknya yang pernah jadi dalang terkenal. Kakeknya sendiri yang membimbing dan menggemblengnya hingga Ki Bagas bisa menjadi dalang hebat seperti ini.
Ki Bagas diwarisi dua kotak besar berisi wayang kulit Pandawa dan Kurawa. Dan sebelum meninggal, kakeknya sempat berpesan. “Bagas, besok jika sudah jadi dalang, mainkan wayang-wayang ini. Tapi saat menyimpan jangan digabung. Harus dipisah.”

“Nggih..Mbah” jawan Bagas kecil.

Sejak menggunakan wayang-wayang warisan kakeknya, orang menyukai pementasan Ki Bagas. Namanya terus melambung dan makin dikenal banyak orang.

Hari itu, Ki Bagas pentas di Solo. Saat dalam perjalanan, ia baru ingat, wayang Arjuna tertinggal. Tapi anehnya, wayang itu tiba-tiba ada di jok belakang mobil. Ki Bagas tak menghiraukan karena ia pikir mungkin lupa menaruh wayang itu di jok mobil.

Pulangnya, Ki Bagas ingin segera istirahat. Ia langsung menyimpan wayang-wayangnya. Karena saking lelahnya, ruoanya Ki Bagas lupa pesan kakeknya untuk selalu memisahkan kotak wayang-wayang.

Saat tengah malam Ki Bagas terbangun. Ia seperti mendengar suara orang beradu pedang. Selain itu juga terdengar suara ledakan seolah sedang ada perang. Merasa penasaran, Ki Bagas mencari sumber bunyi itu. Betapa kagetnya Ki bagas, ketika ia melihat wayang Pandawa dan Kurawa beterbangan dan saling beradu. Mereka seperti berperang di dunia nyata. Bharatayudha tengah terjadi di rumah Ki Bagas.

“Jadi ini sebabnya kakek melarang untuk menyimpan wayang-wayang digabung,” guman Ki Bagas.

Keesokan harinya Ki Bagas kembali ke tempat penyimpanan. Anehnya, tempat itu masih bersih. Wayangnya juga tertata rapi. Padahal semalam berantakan sekali. Ki Bagas pun langsung memisah kotak wayang Pandawa dan Kurawa. Kini ia tahu, itu bukan wayang biasa. (Septaberlianto)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BAHAN ALAMI BERFAEDAH BAGI KESEHATAN MANUSIA (9) – Pacing Lawan Infeksi Saluran Kencing

BERAGAM jenis bahan alami berfaedah bagi kesehatan manusia perlu terus disebarluaskan ke masyarakat. Dengan pemanfaatan aneka bahan alami, diharapkan bagian

Close