Mengantar Perempuan Berbaju Putih

BARJO (nama samaran) berprofesi sebagai tukang parkir di daerah Bantul. Setiap hari ia berangkat jam 05.00 pagi, waktu pulang sore hari jam 16.00. Rutinitas seperti itu rela dilakoninya, agar setiap hari dapurnya bisa mengepul.

Seperti biasanya Barjo berangkat dari rumahnya melalui jalan sebelah selatan SMP N 2 Sedayu Bantul. Jam 05.00 melalui jalan pedesaan bisa dikatakan sepi dan sunyi. Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan Barjo untuk memacu kendaraan menuju tempat kerjanya. Tiba–tiba dari kejauhan ada seorang perempuan serba putih menghentikannya. Merasa kasihan perempuan tersebut karena sendirian Barjo menghampirinya.

“Mas saya tolong diantar ya sampai pertigaan SMP itu,” kata perempuan
tersebut sambil menunjukkan ke arah yang dituju. Barjo tanpa pikir panjang mempersilakan perempuan itu naik. Di perjalanan, ia mencium bau wangi. Tidak biasanya ia mengalami seperti itu atau pada waktu berangkat tadi. Dalam batin Barjo, apakah bau wangi tersebut dari perempuan tersebut. Namun, pikiran negatif itu dibuangnya jauh-jauh, yang terpenting di benaknya setelah mengantar perempuan tersebut harus segera melanjutkan perjalanan ketempat kerjanya.

“Sudah Mas sampai disini saja. Terima kasih ya Mas,” ulang perempuan tersebut.

“Sama–sama Mbak. Lha Mbaknya mau kemana, kok sepagi ini,” tanya Barjo sambil menolehkan. Tapi ternyata perempuan tersebut sudah tidak terlihat. Rasa takutnya mulai timbul, Barjo baru sadar kalau perempuan yang diantarnya bukan manusia. Dengan sekuat tenaga dan masih diselimuti rasa ketakutan, Barjo memacu kendaraan sekencang–kencangnya. Sampai di tempat kerjanya nafas Barjo masih terengah–engah.

Sejenak beristirahat, pengunjung pasar mulai banyak yang memarkir kendaraannya di lokasi kerja Barjo. Anehnya semakin lama semakin banyak yang memarkir di tempat Barjo, padahal waktu itu pasar bukan hari pasaran yang biasanya lebih ramai daripada biasanya. Bahkan sampai Barjo kewalahan. Beberapa pemilik kendaraan juga memberi Barjo uang parkir lebih daripada biasanya. Barjo pun mengira–ngira, larisnya parkirannya apakah karena telah mengantarkan perempuan tadi pagi? (Dwi Cahya)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Simak Pengakuan Mantan Cah Klitih

BANTUL (MERAPI)- Maraknya aksi klitih di Yogya, khususnya Bantul ternyata terkait dengan eksistensi anggota geng. Utamanya geng pelajar. Mereka nekat

Close