Nenek Itu Tiba-Tiba Menghilang

TADA (bukan nama sebenarnya, tinggal di pinggir hutan yang cukup sepi dan terpencil. Lokasinya agak jauh, jika harus ke pasar atau tempat pertokoan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Suatu sore, Tada merasa kesepian karena ditinggal ibunya ke pasar desa cukup lama. Tak sabar menunggu, Tada pun berniat untuk menyusul sang ibu ke pasar desa. Meski harus melewati daerah yang sangat sepi, Tada mencoba untuk menghilangkan rasa takutnya.

Benar saja. Ketika melewati jalan setapak di pinggir hutan, Tada melihat ada sesosok orang seperti seorang nenek yang tak dikenalnya sedang memanggul kayu berjalan di depannya. Sosok misterius itu berjalan lamban, akibat beban kayu yang dipanggulnya.

Tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Hanya diam membisu sambil terus berjalan. Tada pun tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya mengikuti saja dari belakang, tak berani menyalipnya. Tapi ketika Tada berpaling sejenak lalu kembali memandang ke depan, hatinya berdesir….sosok misterius itu sudah tidak ada di tempatnya alias hilang tak berbekas.

Tada mengucek-ucek matanya untuk memastikan pandangannya. Ia tak bermimpi. Tapi ia masih bermaksud mencari sosoki tersebut, barangkali terjadi sesuatu. Sampai akhirnya ia malah ketemu sang ibu, yang sedang berjalan santai di jalan setapak dari arah berlawanan.

“Ibu tadi lihat orang yang berjalan di depanku?” tanya Tada.

“Enggak, Ibu enggak lihat siapa-siapa,” jawab sang ibu.

“Memangnya kenapa, Nak?” tanya ibu Tada.

“Nggak apa-apa kok, Bu,” jawab Tada sambil bertanya-tanya. “Jadi tadi yang jalan di depanku itu siapa?”

Tada yang ketakutan kemudian memegangi tangan sang ibu. Jelas sang ibu kaget. Tapi setelah melihat wajah Tada yang pucat, ia mengira anaknya itu sedang sakit. Lalu membiarkan saja Tada mengandeng tangannya menuju ke arah rumah, sambil sesekali mengelus rambut anaknya itu. (Heru Prasetyo)

Read previous post:
DINKES GUNUNGKIDUL: Siklus DBD Tak Perlu Dicemaskan

Ilustrasi WONOSARI (MERAPI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap siklus demam berdarah dengue (DBD),

Close