Belut Sekantong Jadi Cacing

BILA ada waktu senggang, Suparno (nama samaran) suka nyetrum belut di sawah. Berangkat petang hari setelah maghrib dan pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 malam dengan membawa hasil belut lumayan banyak.

Pekerjaan sehari-harinya adalah bertani. Namun sesekali waktu, ia mencari belut untuk menambah penghasilan. Jalan sepi dan seram di tengah kegelapan tidak menjadikan Suparno takut. Bayangannya adalah belut yang banyak, sehingga bisa dijual di pasar.

Sampai di sawah, ia mulai memposisikan diri untuk menyettrum. Malam itu, setelah beberapa jam menyetrum di sawah maupun selokan kecil, belum juga mendapatkan belut yang dicari. Hanya ikan-ikan kecil, semacam wader dan sepat yang didapat. Setelah sekian lama mencari, Suparno pun memutuskan pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 21.00 lebih.

Di perjalanan, tiba-tiba ia mencium bau rokok. Suparno clingak-clinguk mencari asal rokok tersebut. Mak jegagig…, tiba-tiba dari atas pohon turun seorang bapak-bapak berpakaian lurik jawa, membawa sebuah kantung.
“Mas, bawa saja belut punya saya ini,” kata orang tersebut dengan tatapan sayu.

Suparno pun membuka kantung tersebut, dan memang isinya belut dengan jumlah cukup banyak. Saking bengongnya dengan kejadian tersebut, Suparno silap hingga orang berpakaian lurik tadi sudah tidak ada. Padahal ia belum sempat mengucapkan terima kasih.

Sampai di rumah, Suparno bergegas membuka kantung pemberian tadi. Namun ia langsung <I>njenggirat<P> kaget, karena tidak ada lagi belut. Yang ada hanyalah segumpal cacing.

Istri Suparno mendengar cerita suaminya malah tertawa. “Mungkin ini peringatan untuk Mas Parno, agar istirahat dulu mencari belut. Karena sawah sekarang sedang banyak hama werengnya. Mungkin lelembut tadi mengingatkan untuk tidak mengambil belut di sawah dulu, karena belut bisa untuk membasmi wereng secara alami,” kata istri Suparno. (Rahmaditya Khadifa ARW)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jelang Pilkades Serentak, Sejumlah Desa Kebanjiran Pendaftar

SUKOHARJO (MERAPI) - Sejumlah desa dari total 125 desa yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 11 Desember

Close