Meteran Listrik itu Tak bergerak

KEDAMAIAN warga Palar Trucuk terusik, sejak wilayah mereka diterjang puting beliung hingga menyebabkan pohon beringin di kompleks makam Ronggowarsito patah. Semenjak kejadian itu, ada-ada saja kejadian aneh ditemui.

Seperti pada sore itu, ketika seluruh desa Palar padam listriknya. Saat listrik sudah menyala, namun meteran listrik di rumah Pak Marno, bukan nama sebenarnya, tak bisa berputar alias diam saja. Padahal listrik di rumahnya sudah menyala normal.

Hal itu membuat Pak Mar merasa khawatir dan mengundang teknisi untuk memperbaiki. Namun tetap saja meteran itu tak bisa diperbaiki oleh petugas listrik. Anehnya, listrik tetap nyala terus dan meteran itu hingga kini tak bisa muter argonya.

Pak Mar jadi bingung mau bayar tagihan listriknya bagaimana, karena sudah diperbaiki tetap saja nihil. “Pun njenengan bayar saben wulane pinten mawon,” kata petugas listrik yang dibuat pusing karena tak bisa deteksi kerusakannya.

Oleh penuturan Mbah Man, bukan nama asli, keanehan memang sering terjadi sejak pohon itu patah. Dimungkinkan para penduduk yang ada di situ pada hijrah ke luar daerah.

Pohon itu sudah ratusan tahun tumbuh subur di komplek makam. Dan di situ masih ada orang yang bertirakat untuk memperoleh ilham soal karir dan beberapa hal lainnya. Sebagaimana penuturan Mbah Nonot, bukan nama asli, yang tirakat selama 10 hari di makam tersebut. Dalam ilhamnya ia diberi senjata sabit dan disuruh mengasah. Iapun berkesimpulan untuk pulang dan mengabdi di kabupaten menjadi tukang kebun.

Mbah Nonot dengan gamblang menyampaikan soal komplek makam itu, tempat yang sering jadi lokasi mencari ilham yang berkaitan dengan profesi. Juga untuk mengecek, apakah dirinya pas menjadi dalang wayang kulit atau menguji nasib diri. (WA Sutanto)

Read previous post:
Antisipasi Hoaks Pemilu, Polda Gencarkan Patroli Cyber

DEPOK (MERAPI)- Tahun 2019 mendatang, Bangsa Indonesia akan menylenggarakan pesta demokrasi bertajuk pemilihan umum. Salah satu yang diwaspadai dan berpotensi

Close