Wanita Cantik Penjaga Bank

BANYAK cerita tentang kantor yang angker. Di mana saja. Itu bisa kita maklumi Karena kebanyakan kantor tak berpenghuni di malam hari. Kondisi semacam itu mungkin yang disambar para lelembut. Digunakan untuk gojegan. Apalagi kalau kantor tersebut dibangun di atas areal yang dulunya merupakan tanah sangar. Bekas kuburan, misalnya, baik itu kuburan yang resmi atau kuburan yang tak sempat dipahami atau diketahui.

Di kawasan Lafayette Square, Washington DC terdapat bangunan simbol optimisme ekonomi Amerika. Dilindungi sebagai National Historic Landmark disebut sebagai gedung Departemen Keuangan AS. Tentu saja megah, besar dan anggun gedungnya.

Bangunannya berbentuk empat persegi panjang, memiliki pilar-pilar kokoh. Arsiteknya, Cass Gilbert sengaja memadukan gaya arsitektur Yunani, Romawi dan Rennaisance untuk bangunan Treasury Annex. Konon Treasury Annex merupakan satu dari ratusan gedung wingit di Amerika.

Konon bagian yang paling wingit dari kantor Departemen Keuangan AS ini berada di lantai dua. Di tempat ini, selepas tengah malam, kerap muncul seorang perempuan muda yang mengenakan longdress warna putih.
Gaun putih itu bergerak-gerak meskipun angin sedang tidak bertiup. Kemunculan perempuan itu hanya sekilas, namun cukup menegangkan. Yang menyaksikan sering gemetaran.

Soalnya, pegawai yang kebetulan melihat penampakan wanita misterius itu, dihantui perasaan tak enak. Tiba-tiba, ia merasa mendengar ada suara orang sedang berjalan. Langkah-langkah itu menuju toilet dan tak lama kemudian terdengar suara closet digelontor air.

Ketika pegawai itu sedang berpikir-pikir, siapa wanita yang berada di toilet, kakinya tidak bisa digerakkan. Kedua kaki itu seperti kaku dan terkunci. Keanehan lainnya, ia merasa bahwa di pintu, seperti ada sosok gaib yang memperhatikan semua gerak-geriknya.

Terlepas dari keangkerannya, Treasury Annex merupakan simbol perjuangan kulit hitam. Pada tahun 1869, di lokasi terdapat bank yang dikenal sebagai Freeman’s Savings Bank.

Bank ini populer sebagai bank bagi masyarakat kulit hitam sesudah pecahnya Perang Sipil. Sayang bank ini bangkrut pada tahun 1874 sesudah terjadi depresi. Akibatnya orang-orang kulit hitam banyak yang kehilangan tabungannya. (Hanny S/Jbo)

Read previous post:
JEJAK PEWARIS TANGGUH ENTHO-ENTHO (2) – Empu Memiliki Nilai Strategis

Sebagai sosok yang dihormati di kalangan kerajaan, keberadaan empu ternyata tidak lantas abadi. Jika tidak mampu melawan bergulirnhya waktu, maka

Close