MASUKNYA ISLAM DI TERNATE (1) – Cengkeh dan Pala Membuat Pedagang Arab Tertarik

Ternate yang sebelumnya bernama Kerajaan Gapi, merupakan salah satu dari empat kerajaan Islam tertua di Maluku Utara selain Tidore, Jailolo, dan Bacan. Kolano atau pemimpin pertama Ternate adalah Momole Ciko yang menyandang gelar Baab Mashur Malamo (tahun 1257-1272). Letak Ternate yang sangat strategis karena berada di antara Sulawesi dan Papua, menjadi salah satu jalur pelayaran sekaligus perdagangan terpenting di Nusantara bagian timur kala itu. Hal itu membuat Ternate sering disambangi orang-orang dari suku bangsa lain, termasuk Melayu, Jawa, Arab, juga Cina.

SEJARAH masuknya Islam serta pembawa Islam di Ternate tidak terlepas dari peran saudagar muslim, ulama dan mubaligh melalui proses perdagangan, hubungan sosial dan pendidikan. Beberapa sejarawan menyebutkan, bahwa awal masuknya Islam ke Indonesia terjadi pada abad ke-7, meski ada pendapat lain yang menyatakan pada abad 13. Agama Islam dibawa dan dikembangkan para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia dimulai dari daerah pesisir hingga lama-lama ke pedalaman.

Sebelumnya masyarakat Maluku sudah mengenal kepercayaan yang disebut agama asli atau kepercayaan asli yang pada umumnya kepercayaan pada animisme dan dinamisme. Masyarakat juga mengenal kepercayaan pada satu roh zat tertinggi yang menciptakan semuanya. Pola kepercayaan lama ini masih tetap hidup pada penduduk di daerah pedalaman yang belum terjangkau agama Islam dan agama Kristen.

Kerajaan Ternate pada awalnya bukan kesultanan, namun kerajaan yang raja dan rakyatnya belum diketahui dengan jelas agama dan kepercayaannya. Mereka percaya kepada kekuatan-kekuatan ghaib, terutama gunung berapi Gamalama yang berada di pulau Ternate. Kemudian terjadi hubungan ekonomi dan perdagangan seiring kedatangan para saudagar Melayu, Arab, dan Gujarat yang beragama Islam. Selain untuk mengadakan transaksi perdagangan, maka secara otomatis terjasi interaksi dengan penduduk setempat. Hubungan pun berlanjut dengan sektor religio-politik dan intelektual keagamaan.

Kerajaan Ternate akhirnya memeluk Islam lebih awal setelah kerajaan Pasei dan Malaka, karena di wilayah tersebut banyak tumbuh rempah, seperti cengkeh dan pala. Dua komoditi itu rupanya mampu memikat para pedagang asal Arab untuk bersaing dalam arus perdagangan dengan pedagang asal India dan Cina. Para pedagang asal Arab pada abad ke-14 telah membawa Islam ke Ternate, namun kerajaan baru memeluk Islam di pertengahan abad ke-15.

Hal itu tak lepas dari kontribusi para pedagang Islam. Mereka seperti biasanya menjalankan ibadah di manapun berada, sehingga membuat tertarik mitra dagangnya untuk berdialog dan selanjutnya meyakini dan akhirnya ikut memeluk Islam. Para pedagang juga berperan mendatangkan para mubaliq dari Timur Tengah. Mubaliq inilah yang paling dominan dalam pengislaman masyarakat, terutama kalangan penguasa. Mubaliq atau para guru sufi membawa ajaran tarekat dan umumnya memiliki kemampuan linuwih maupun kemampuan pengobatan. Kemampuan itu yang kemudian menggeser peran para dukun di tengah masyarakat. Ajaran sufi dengan cepat bisa diterima masyarakat, karena ada beberapa kesamaan dengan ajaran nenek moyang yang mereka anut.

Kerajaan Ternate pun masuk Islam lebih awal dibandingkan wilayah di sekitarnya, lantaran derasnya arus perdagangan yang sebagiaannya diperankan pedagang Arab muslim. (Dari berbagai sumber/*)

Read previous post:
HANTU PENUNGGU KOS SUKA MEMBANTU (1) – Ingin Kenalan dengan Penghuni Baru

MASUK kawasan baru sebaiknya ucapkan salam atau permisi. Bisa dilakukan suara hati atau dibatin. Namun lebih baik diucapkan. Itu sebagai

Close