SYEKH BURHANUDDIN (SI PONO) DARI RANAH MINANG (7) – Teman Kecilnya Sudah Menjadi Pemuka Masyarakat

Dengan berbekal ilmu yang diajarkan oleh Syekh Abdurrauf, Katib sangko berhasil mengalahkan Kalik-Kalik Jantan dan tewas terbunuh. Para pengikut Kalik-Kalik Jantan di seluruh Pariaman pun menyerah. Sejak persitiwa itu Katib Sangko diberikan julukan menjadi Mufti di Tandikek.

JELANG waktu berlalu dari peristiwa yang banyak menelan korban itu, dan situasi dianggap mulai aman, Syekh Burhanuddin mulai mencari informasi tentang teman dekatnya. Syekh Burhanuddin mendapat informasi bahwa Idris temannya semaca kecil di angkat menjadi pemuka masyarakat dengan gelar Majolelo.

Syekh Burhanuddin pun mengirim pesan kepada Idris teman karibnya melalui nelayan yang singgah di pulau. Syekh menjelaskan bahwa dia adalah Pono yang dahulu pergi belajar ke Aceh.
Setelah mendapat pesan bahwa yang datang adalah Pono yang kini bergelar Syekh Burhanuddin, Idris Majolelo pun mengajak ninik mamak, pemuka adat sanak kerabat dan tokoh masyarakat untuk menjemputnya.

Syekh Burhanuddin menanam ranting pinago biru yang dibawa dari Aceh sebagai tanda kenang-kenangan ia telah kembali dari menuntut ilmu. Beliau pun berpesan kepada Idris Majolelo bila ajal sampai kelak dia minta dikuburkan dekat pinago biru ini.
Syekh Burhanuddin pun memulai syiar agamanya. Beliau pun banyak membangun surau untuk tempat belajar agama di Ulakan. Selain itu, beliau pun menggunakan cara yang tidak biasa, Syeikh Burhanuddin meminta masyarakat agar membawa anaknya ke surau untuk bermain bersamanya. Disinilah cikal bakal pengembangan ilmu agama yang dilakukan oleh Syekh Burhanuddin.

Sistim pembelajaran yang dilakukan Syekh Burhanuddin pun tidak seperti biasa, dia melakukannya sambil bermain, semua permainan yang ada dimasyarakat. Saat itu, permainan yang dia ikuti ada Sepak Rago, main gundu dan layang-layang. Semua permainan itu dilakoninya dengan menunjukkan setiap memulai permain selalu membaca basmallah dan doa-doa lain yang membuat dia menang.
Cara seperti itu ternyata menimbulkan minat anak –anak untuk mengetahui dan belajar apa yang isi doa yang dibaca Syekh Burhanuddin sehingga selalu menang.

Syekh Burhanuddin pun melanjutkan penyebaran ajaran Islam ke seluruh pelosok Minangkabau. Syekh meniru cara gurunya, beliau meminta izin dan restu dari Raja Pagaruyuang. Syekh dan pengikutnya pun mendapatkan wewenang dan kesempatan yang luas untuk mengajarkan agama Islam ke seluruh Minangkabau. (Yosi Wulandari, UAD)

Read previous post:
Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia Kulonprogo Bagi Takjil

BERAGAM kegiatan dan aktivitas dilakukan sejumlah komponen masyarakat dalam mengisi ibadah bulan suci ramadan. Salah satu upaya mengisi bulan suci

Close