LEGENDA GUNUNG BAGUS GUNUNGKIDUL (9) – Mengangkat Gadis Desa Sebagai Selir

Pertarungan sengit tak berlangsung lama, karena pasukan Mataram makin terdesak. Strategi yang diterapkan pasukan Kumpeni mampu melumpuhkan tentara Mataram yang jumlahnya lebih banyak. Korban berjatuhan lebih banyak dari pihak Mataram, sehingga kekalahan hanya tinggal menunggu waktu.

MELIHAT pasukannya semaki terdesak. Gusti Sultan menjadi cemas. Ia merasa tak lama lagi pasti pasukannya akan menyerah, sehingga kerajaann aka dikuasai tentara Kumpeni. Jika itu terjadi, bisa dibayangkan dirinya beserta keluarga pasti akan dijadikan tawanan oleh orang asing.
Sebelum bayangan itu jadi kenyataan, maka Gusti Sultan memutuskan untuk meninggalkan kerajaan. Bersama keluarga dan beberapa pengawal khusunya, Gusti Sultan pun menyelinap meninggalkan keraton, untuk mengungsi. Ia membiarkan pemerintahan untuk sementara dalam keadaan kosong.

Mulailah Gusti Sultan melakukan pengembaraan dengan arah ke Timur. Saat sampai di saerah Surakata di Desa Kedunglumbu, rombongan pengungsi Gusti Sultan berhenti. Ia merasa di tempat tersebut sudah cukup aman dari kejaran pasukan Kumpeni, sehingga dioutuskan untuk menetap untuk sementara waktu.

Masyarakat sekitar pun menerima kehadiran rombongan Gusti Sultan dengan baik. Kehidupan masyarakat tak merasa terganggu meski dijadikan tempat mengungsi oleh keluarga kerajaan Mataram. Hal itu membuat Gusti Sultan merasa bersyukur, karena masyarakat di sekitar bersikap ramah-ramah.

Di antara pendusuk yang tinggal di Desa Kedunglumbu, ada satu orang yang menjadi perhatian Gusti Sultan. Ia adalah seorang gadis yang tengah menginjak dewasa. Meski hanya gadis dusun dan datang dari kalangan orang miskin, namun mampu membuat Gusti Sultan merasa jatuh hati.
Gusti Sultan lupa bahwa dirinya pernah melarang putrinya Rara Pembayun untuk berhubungan dengan Jaya Ketok dengan alasan perbedaan status. Namun kini dirinya sendiri bisa merasakan betapa tak mampu menahan gejolak asmara, saat melihat seorang gadis yang tidak sederajat.

Si gadis memang memiliki banyak kelebihan, terutama dilihat dari kecantikan dan juga tingkah lakunya yang memang menawan setiap pria. Gusti Sultan pun memutuskan untuk menjadikan si gadis sebagai selirnya. Sebagai rakyat kecil, si gadis tak bisa menolak lamaran Gusti Sultan. Jadilah ia sebagai selir, untuk mendampingi permaisuri yang juga turut dalam pengungsian. Sang permaisuri juga menerima si gadis sebagai keluarga baru Gusti Sultan. (Dari berbagai sumber/*)

Read previous post:
Melonjak 28.185 Orang, Minat Pelaku UMKM Sukoharjo Daftar BPUM Tinggi

SUKOHARJO (MERAPI) - Empat hari menjelang penutupan pendaftaran program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 dari pemerintah pusat pada

Close