LEGENDA GUNUNG BAGUS GUNUNGKIDUL (8)- Perang Terjadi Setelah Lamaran Ditolak

Gusti Sultan kini baru merasakan dirinya telah membuat keputusan yang salah, dengan mengundang pihak Kumpeni untuk terlibat dalam sengketa di kerajaan. Masalah dengan Blimbing memang bisa diatasi, namun kini ancaman baru datang lebih besar, karena muncunya potensi konflik dengan pihak Kumpeni.

GUSTI Sultan semakin pusing ketika para tentara Kumpeni membuat ulah. Mereka menjadi sombong dan bertingkah semaunya, karena merasa berjasa. Yang membuat Gusti Sultan makin murka ketika perwira Kumpeni datang menghadap dan menyatakan ingin memperistri Rara Pembayun.

Perwira Kumpeni tahu benar, penyebab terjadinya perang dengan Blimbing adalah Rara Pembayun. Maka ketika ia melihat langsung sosok putri Gusti Sultan itu, maka perwira Kumpeni tersebut tak merasa heran. Ia melihat sendiri keelokan wajah Rara Pembayun dan langsung merasa kesengsem.
“Gusti Sultan, mohon diperkenankan Rara Pembayun untuk kujadikan istri,” kata perwira Kumpeni.

Gusti Sultan diam sejenak. Ia berada di persimpangan jalan, antara menerima atau menolak. Jika menerima, ia tak tega melepaskan Rara Pembayu jadi istrinya orang asing. Namun jika menolak pasti akan ada sengketa baru dengan pihak Belanda.
“Semua saya serahkan pada Rara Pembayun, apakah mau jadi istri tuan atau tidak,” kata Gust Sultan mengambil jalan tengah.

Perwira Kumpeni bisa menerima penjelasan Gusti Sultan dan ia menyakan akan menunggu jawaban Rara Pembayun. Namun ditunggu sampai beberapa hari tak juga ada jawaban. Di lain pihak, Rara Pembayun sebenarnya sudah memberi jawaban ketika ditanya ayahanda. Dengan tegas Rara Pembayun menolak lamaran perwira Kumpeni. Hatinya masih kecewa, karena kekasih ahtinya, Jaka Ketok, telah dibunuh oleh pasukan Kumpeni, sehingga tak mungkin ia menerima menjadi istri perwira Kumpeni.

Lama kelamaan periwra Kumpeni merasa lamarannya ditolak. Ia menganggap Gusti Sultan telah berkhianat karena tak menurutki keinginanya. Ketegangan pun terjadi antara pihak Kumpeni dengan kerajaan Mataram. Gusti Sultan dibuat marah, karena pihak Kumpeni telah menyebarkan berbagai fitnah. Termasuk tuduhan bahwa Gust Sultan telah mempengaruhi Rara Pembayun, sehingga menolak lamaran perwira Kumpeni.

Ketegangan itu akhirnya berujung pada pertempuran fisik. Pasukan kerajaan dan pasukan Kumpeni yang semula bersekutu ketika mmenggempur Blimbing, sekarang bertarung sendiri di antara mereka. Pasukan Mataram memang unggul dalam hal jumlah, namun pasukan Kumpeni memiliki peralatan yang lebih modern. Senjata bedil menjadi andalan untuk menaklukkan pasukan Mataram, yang masih bersenjatakan tombak, panah, pedang atau keris.

Pertarungan sengit tak berlangsung lama, karena pasukan Mataram makin terdesak. Strategi yang diterapkan pasukan Kumpeni mampu melumpuhkan tentara Mataram yang jumlahnya lebih banyak. Korban berjatuhan lebih banyak dari pihak Mataram, sehingga kekalahan hanya tinggal menunggu waktu. (Dari berbagai sumber/*)

Read previous post:
Siswi SMP Dicabuli di Kios Fotokopi

Close