LEGENDA DI BALIK KEINDAHAN PANTAI WATU MALADONG NTT (1) – Melempar Tombak Mengenai Tepat Perut Babi Hutan

Di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ada sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Yakni pantai Watu Maladong. Pantai ini memilikigugusan batu karang raksasa serta tebing yang menjulang tinggi, sehingga membuat pantai yang satu ini cukup unik. Ada ada satu batu karang yang disebut mirip dengan rumah adat Sumba, karena bentuknya yang memiliki empat tiang penyangga. Di balik keindahan itu, termkandung pula cerita rakya yang berkembang di sana.

PANORAMA yang paling menonjol di Pantai Watu Maladong adalah pulau-pulau karang mini yang terpencar dari induknya. Pulau-pulau karang itu seperti hidup dengan tutupan tumbuhan hijau di puncaknya. Tumbuhan itu merupakan tanaman adaptif, yang bertahan di celah-celah karang dan memberi warna kehidupan misterius di permukannya.

Selain batu karang yang berbentuk mirip rumah adat, karang raksasa lain yang paling iconik di pantai Watu Maladong adalah batu yang berbentuk penyu. Dan di balik keindahan alam yang mempesoona itu, ternyata menyimpak misteri terkait dengan cerita yang menyebutkan bahwa pada zaman perang banyak musuh yang mati dibunuh kemudian dibuang ke sungai. Lalu mayat tersebut terbawa arus hingga menuju ke muara.

Ada juga cerita mitos tentang karang yang mirip dengan penyu. Konon, batu karang ini dulunya dianggap sebagai seekor penyu ajaib yang memiliki kemampuan bicara seperti manusia. Penyu tersebut pernah membantu seorang petani menyeberangi muara sungai dari pulau Sumba ke pulau seberang.

Konon di zaman dahulu, hiduplah seorang petani yang selain mengerjakan kebun miliknya sendiri juga sering membantu di kebun milik tetangganya. Suatu pagi petani mendapati tanaman di kebunnya rusak oleh ulah babi hutan. Sang petani heran ada babi hutan masuk ke lahannya yang sudah dipagari cukup tinggi.

Di hari berikutnya, sang petani berjaga-jaga dengan bekal tombak sakti warisan leluhurnya, Numbu Ranggata. Ia berharap babi perusak itu datang lagi, dengan menunggu di salah satu pohon menjelang malam hari.

Benar dugaan sang petani. Ketika malam makin larut ia mendengar sekawanan babi hutan berlari ke arah kebunnya. Dan dengan mudah kawanan babi hutan itu mampu menembus pagar kebun.

Ada satu ekor babi hutan yang tengah makan mentimun persis di bawah pohon tempat petani sembunyi. Sang petani pun melemparkan tombak Numbu Ranggata dan tepat mengenai bagian perutnya. Kejadian itu membuat kawanan babi hutan terkejut, sehingga secara spontan berlarian pergi. Namun tombak Nunggu Ranggata ikut terbawa.

Keesokan harinya sang petani kembali ke kebun untuk mengecek keadaan. Ia ikuti jejak darah yang ditinggalkan babi hutan yang terluka untuk menemukan sarang kawanan babi huta tersebut. Sudah tentu ia juga ingin mendapatkan kembali tombak Numbu Ranggata, tombak sakti warisan leluhur secara turun temurun. Setelah mengikuti jejak darah dari kebunnya, tak terasa ternyata hingga ke tepi pantai, dan jejak darah itu menghilang.

Sang petani pun menduga kawanan babi hutan berasal dari pulau seberang. Namun bagaimana mungkin babi hutan bisa berenang menyeberangi lautan? Apalagi salah satunya sudah terluka akibat tombak Numbu Ranggata.

Saat sang petani tengah kebingungan, datanglah seekor penyu yang bisa berbicara. Penyu mengatakan apa yang dicari petani ada di pulau seberang dan ia bersedia untuk mengantarnya dengan cara naik ke punggung. Penyu pun berenang menyeberang pulau.

Setelah perjalanan selama satu hari satu malam, mereka sampai di pulau dengan pantai indah. Sesampainya di sana, sang penyu langsung berpamitan.

“Semoga saja kamu bisa menemukan apa yang kau cari di sini, manusia,” ucap penyu. “Jika kau membutuhkan bantuanku lagi, panjatlah sebuah pohon yang ada di tepi pantai kemudian berteriaklah ke arah laut. Aku pasti akan datang!” (Dari berbagai sumber/*).

Read previous post:
Pelaku Sudah Siapkan Pembunuhan dengan Mengasah Bendo

TEMANGGUNG (MERAPI) - Mun (60) warga Dusun Sigra Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Temanggung merencanakan pembunuhan pada Muh Dhori (69) tetangganya.

Close