KALAGEMET BERGELAR SRI JAYANEGARA (1) – Tidak Disenangi karena Bukan Trah Keprabon

Menurut Pararaton, nama asli Jayanagara adalah Kalagemet putra Wijaya dan Dara Petak. Ibunya ini berasal dari Kerajaan Dharmasraya di Pulau Sumatra. Ia dibawa Kebo Anabrang ke tanah Jawa sepuluh hari setelah pengusiran pasukan Mongol oleh pihak Majapahit. Wijaya yang sebelumnya telah memiliki dua orang istri putri Kertanagara, kemudian menjadikan Dara Petak sebagai istri Tinuheng Pura, atau “istri yang dituakan di istana”. Berikut kisah Kalagemet yang disarikan dari berbagai sumber.

ADIPATI Aryawiraraja masih ingat betul dengan janjinya Raden Wijaya. Bahwa, jika Majapahit nanti berjaya dan dapat menguasai seluruh tanah Jawa maka dirinya akan diberinya kekuasaan separoh dari luas pulau tersebut.
“Ah, itu hanya soal kelakar saja dari Adimas Wijaya.”. gumam Adipati Aryawiraraja.
Waktu itu keduanya sudah saling menganggap diri mereka masing-masing sebagai kakak dan adik.

Sebegitu percayanya Raden Wijaya akan nasihat-nasihat Adipati Aryawiraraja. Bahkan dia menganggapnya sebagai kakak yang cerdas dan pintar. Selalu dapat menyelesaikan hampir semua persoalan yang dihadapinya waktu itu.
Bahkan Raden Wijaya bisa mendapatkan hutan Tarik di pinggiran Sungai Brantas dari Prabu Jakatwang di Kediri juga berkat nasihat Adipati Aryawiraraja. Naasnya di tahun 1309 Raden Wijaya meninggal dunia. Padahal waktu itu beliau baru memerintah Kerajaan Majapahit yang didirikannya di hutan Tarik tersebut selama 16 tahun. Adipati Arya Wiraraja nampak sedih dan kecewa kehilangan seorang sahabat yang begitu baiknya.

Sebagai Raja Majapahit yang pertama Raden Wijaya digantikan oleh putra lelakinya bernama Kalagemet yang artinya hewan kecil semacam Kalajengking yang berbisa sangat mematikan. Barangkali Raden Wijaya berharap agar anak lelakinya itu kelak sakti mandraguna seperti Kalagemet yang beracun hebat. Kini Kalagemet bergelar Sri Jayanegara. Dia memerintah Kerajaan Majapahit (1309-1328) menggantikan ayahandanya.

Para bangsawan dan para Dharmaputra serta sentana dalem di lingkungan kraton sebagian besar tidak seneng kepada Kalagemet atau Sri Jayanegara. Alasan mereka karena beliau bukan dari trah keprabon hanya orang biasa saja, yakni ibunya Dara Pethak bukan keturunan raja.
“Mesthinya yang lebih berhak menduduki tahta Majapahit adalah cucu langsung dari Kertanegara, Tribuana Tungga Dewi atau Rajadewi Maharajasa. Karena Raden Wijaya menikahi keempat putri Prabu Kertanegara dari Singasari”, kata Adipati Wiraraja kepada anak lelakinya Nambi yang menjabat sebagai Patih Mangkubumi di Kerajaan Majapahit.
“Bapa, apakah Kalagemet akan langgeng pemerintahannya?”, tanya Nambi.

“Pemerintahan yang tidak tegas ditambah tidak adanya pengakuan yang kuat dari para sentana dalem dan para bangsawan serta para dharmaputra agaknya akan sulit baginya. Hanya saja yang perlu kita waspadai adalah prajurit Majapahit yang membekingi pemerintahannya masih sangat kuat. Selain jumlahnya yang amat banyak juga kemampuan mereka secara pribadi tak diragukan”, jelas Adipati Aryawiraraja kepada anaknya. (Akhiyadi)

Read previous post:
Sejumlah Daerah Banjir, Harga Cabai Masih Tinggi

SUKOHARJO (MERAPI) - Harga cabai rawit merah tembus Rp 95.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai jenis lainnya juga masih tinggi.

Close