CAHAYA CINTA PUTRI ONG TIEN (2) – Tiba-tiba Sang Putri Ternyata Benar-benar Hamil

Pada suatu ketika raja mendengar kehebatan Sunan Gunung Jati. Ia pun dipanggil ke istana, kaisar hendak menguji kepandaiannya. Kaisar Hong Gie, pengganti Kaisar Yung Lo memberi pertanyan kepada Sunan Gunung Jati. Sebelumnya beliau meminta salah satu putrinya untuk berpura-pura hamil.

“JIKALAU kau tabib yang hebat, tentunya dapat menebak diantara kedua putriku manakah yang sedang hamil?” tanya kaisar.
“Menurut pandangan hamba Putri Ong Tien sedang mengandung.”
Kaisar tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Sunan Gunung Jati.
Demikian pula seluruh tamu istana. Putri Ong Tien belum menikah dan masih perawan. Saudaranyalah yang sedang mengandung namun kandungannya masih kecil sehingga tidak terlihat, sementara putri Ong Tien perutnya diganjal bantal nampak seperti orang hamil. Tidak lama kemudian tawa mereka terhenti, karena putri Ong Tien menjerit keras sembari memegangi perutnya.

“Ayah! saya benar-benar hamil!”
“Apakah benar yang kau katakana itu,” teriak kaisar.
“Ayah ada bayi dalam perutku.”

Maka gemparlah seisi istana mereka terkejut atas kejadian yang dialami Putri Ong Tien. Mereka pun semakin yakin bahwa Sunan Gunung Jati
merupakan thabib yang sakti mandraguna. Kaisar pun semakin bingung apa yang harus diperbuat kepada putrinya. Setelah diperiksa tabib istana di dalam Perut Ong Tien terdapat seorang bayi. Sungguh kejadian di luar nalar bagaimana mungkin putri Ong Tien hamil tanpa di sentuh Sunan Gunung Jati.

Semenjak perjamuan itu Putri Ong Tien menaruh hati pada Sunan Gunung Jati. Ia pun sangat berharap Sunan Gunung Jati menjadi pendamping hidupnya. Wajah Sunan Gunung Jati selalu hadir dalam mimpi Putri Ong Tien.
Singkat cerita tersiarlah kabar Sunan Gunung Jati telah kembali ke Cirebon, Putri Ong Tin pun sangat terpukul. Ia hanya bisa meratapi nasibnya. Ia sangat sedih kehilangan lelaki yang dicintainya terlebih ada bayi yang dititipkan Sunan Gunung Jati ke rahimnhya. Karena rasa cintanya yang besar Putri Ong Tien pun memberanikan diri mengutarakan isi hantinya kepada kaisar.

“Ayah izinkan aku menemui Sunan Gunung Jati.”
“Apa kau akan pergi menemui Sunan Gunung Jati?” tanya kaisar penuh heran.
“Ia ayah aku sangat mencintainya.”
“Pikirkanlah lagi niatmu kau akan menempuh perjalanan panjang tentu tidaklah mudah, apalagi kau sedang mengandung.”
“Sudah kupikirkan berbagai konsekuensi yang akan kutrima sudilah kiranya ayah mengijinkanku menemuinya.”
Kaisar pun diliputi kebimbangan di satu sisi ia tidak ingin melihat putrinya bersedih, di sisi lain kaisar sangat mengkhawatirkan keadaannya jika tak lagi tinggal di istana. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya menyetujui permintaan Putri Ong Tien. Akhirnya Putri Ong Tien Pun pergi menyusul Suanan Gunung Jati ke Cirebon dengan dikawal ribuan pengawal kerajaan dari Dinasti Ming. Perjalanan cinta Putri Ong Tien pun dimulai. Samudera menjadi saksi betapa dalammnya cinta Putri Ong Tien kepada Sunan Gunung Jati. (Iis Suwartini UAD)

Read previous post:
Marak Komplotan Pengutil Berkeliaran di Mal

Close