MENGUAK MISTERI PULUNG,PETUNJUK DARI LANGIT (3) – Wahyu Widayat Menjelma Jadi Gadis untuk Menguji Samba

Lakon “Wahyu Cakraningrat”, mengkisahkan tentang tiga ksatria (Lesmana Mandrakumara, Samba Wisnubrata, dan Abimanyu) yang berusaha memperoleh Wahyu Cakraningrat. Barangsiapa yang bisa mendapatkan wahyu itu, kelak akan menjadi raja. Namun untuk mendapatkan wahyu itu tidak mudah karena mereka harus laku tapa brata yang berat di Hutan Krendayana.

AWALNYA Wahyu Cakraningrat menjelma sebagai harimau untuk menguji Lesmana Mandrakumara. Ternyata anak penguasa Astina yang manja itu lari terbirit-birit ketakutan. Wahyu Cakraningrat kemudian berubah wujud menjadi seekor ular besar, yang mengibas – ngibaskan ekornya ke tubuh Samba. Samba tidak membuka mata sama sekali dan tetap tekun bertapa. Sang ular raksasa itu makin ganas membelit tubuh Raden Samba dan membantingnya ke sana-kemari. Samba tetap teguh. Tubuh naga musnah dan berubah menjadi cahaya, lalu masuk merasuk ke dalam tubuh Samba. Setyaki yang menyaksikan dari jauh segera datang membangunkan Samba. Setyaki memberikan selamat karena keponakannya itu telah mendapatkan Wahyu Cakraningrat.

Samba bangga. Dengan sombongnya ia mengejek ramalan ayahnya yang meleset. Prabu Kresna, ayah Samba, sebelumnya malah meramalkan bahwa Abimanyu yang kelak akan memperoleh wahyu itu. Setyaki menasihati keponakannya agar jangan gegabah, apalagi memandang rendah sang ayah. Wahyu Widayat yang melihat Wahyu Cakraningrat telah bersemayam di dalam tubuh Samba berniat menguji apakah Samba adalah wadah yang tepat atau tidak. Maka, Wahyu Widayat pun mengubah wujud menjadi seorang gadis desa yang sangat cantik, menggoda Samba dan Setyaki.

Setyaki yang curiga, lalu menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang. Namun Samba justru melarang sang paman ikut campur. Setyaki menasihati Samba agar berhati-hati karena setelah mendapatkan Wahyu Cakraningrat bukan berarti ujian telah berhenti. Samba justru marah-marah dan memaki Setyaki karena merasa terganggu. Samba menganggap telah mendapat Wahyu Cakraningrat, maka wajar jika sekarang menjadi orang terpandang dan banyak perempuan ingin mendekati. Tiba-tiba Gadis itu berubah wujud menjadi makhluk mengerikan.

Samba terkejut dan klenger. Saat itulah Wahyu Cakraningrat oncat, keluar dari tubuhnya dan berubah menjadi gajah yang membelit tubuh Abimanyu yang sedang bertapa di bawah pohon beringin putih, ditemani empat punakawan, yakni: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Namun Abimanyu tetap tenang bersemadi. Gajah liar itu berhenti dan mengembalikan Abimanyu ke tempat semula. Tubuh gajah musnah dan berubah menjadi cahaya, lalu masuk ke tubuh Abimanyu. Wahyu Widayat menguji hal yang sama seperti ketika menguji Samba, namun Abimanyu tidak tergoda. Ia lulus dan wahyu kekuasaan pun bersemayam padanya. Wahyu Cakraningrat tidak akan menempati tubuh dan jiwa yang ringkih, penakut dan congkak. (Hendro Wibowo)

Read previous post:
Kedondong Manjur Hentikan Diare

BUAH kedondong atau dalam bahasa Jawa disebut dondong mempunyai rasa asam manis. Buah ini banyak disukai warga, baik dimakan langsung

Close