CANDI BRAHU DI TROWULAN (2) – Relief Menggambarkan Sinkretisme Hindu dan Buddha

Dilihat dari struktur bangunannya, Candi Brahu merupakan candi kerajaan Buddha, lantaran candi ini memiliki stupa yang merupakan cirri khas dari candi agama Budha. Hal ini juga sangat berseberangan dengan peninggalan kerajaan Majapahit yang merupakan salah satu kerajaan Hindu di Indonesia.

DARI segi bentuknya, candi Brahu juga cukup berbeda dengan candi-candi yang berada di Trowulan lain. Dimana hampir semua candi di trowulan di bangun ketika masa pemerintahan kerajaan majapahit.

Dilihat dari arsitektur bangunan, Candi Brahu memilikii struktur dasar kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Ukuran awal candi Brahu seiktar 17 x 17 meter, kemudian diperlebar di bagian kaki candi nya. Candi ini juga memiliki relief yang menggambarkan sekretisme antara agama Hindu dan agama Budha. Namun pada dasarnya candi Brahu memiliki struktur utama yang hampir sama dengan candi-candi yang berada di Jawa Timur. Dimana memiliki cirri-ciri antara lain, bentuk bangunan candi yang ramping. Atapnya terdiri dari perpaduan dari tingkatan. Puncak atap berbentuk kubus. Pintu dan relung pada candi terukir kala hanya pada bagian atasnya saja, dan tidak ditemukanya makara. Relief tidak terlalu timbul dengan penggambaran tokoh-tokohnya menyerupai wayang kulit. Terletak di belakang halaman. Kebanyakan menghadap kebarat. Dan sebagian besar menggunakan batu bata merah, karena tidak adanya batu andesit yang digunakan untuk membangun candi seperti candi-candi di Jawa Tengah.

Pada bagian kaki Candi Brahu, ditemukan susunan batu bata yang terpisah pada bagian kaki candi. Kaki candi brahu memiliki bingkai bawah, dan bingkai atas dimana bingkai atas merupakan tempat berdirinya tubuh candi. Bingkai–bingkai tersebut terdiri dari sisi genta dengan bentuk setengah lingkaran, dan memiliki pelipit rata. Kaki candi brahu terdiri dari dua tingkat, diamana terdapat tangga menuju bagian dalam candi. Selasar dari tangga tersebut sudah tidak berbentuk. Candi Brahu pada dasarnya menghadap ke arah barat.

Bagian tubuh Candi Brahu kebanyakan batu yang dipasang merupakan hasil pemugaran dari pemerintah Belanda. Tubuh candi ini memiliki sudut yang banyak, bertekuk dan tumpul. Pada bagian tengah tubuh candi agak sedikit mengecil, sehingga memberikan kesan bentuk dari candi Brahu sepeti pinggang. Pada bagian depan tubuh candi lekukan tersebut dipertegas dengan pola susunana batu.

Bagian tubuh Candi Braha berukuran 10 x 10.5 meter dengan tinggi candi sekitar 9.6 meter. Pada bagian dalam candi terdapat ruanagan dengan luas 4 x 4 meter. Lantai pada ruangan di dalam candi Brahu dalam keadaan rusak. Juga pernah ditemukan sisa-sisa arang, untuk kemudian arang tersebut dibawa ke Batan untuk dianalisa. Dari hasil analisa tersebut, menunjukkan bahwa menurut penanggalan karbon, arang tersebut berasal pada tahun antara tahun 1410 hingg tahun 1646 masehi. – Dari berbagai sumber. ***

Read previous post:
Istri Mensos Bantu Promosikan Produk Karang Taruna

KARANG taruna ‘Taruna Yodha’ Argomulyo Sedayu Bantul pernah menjadi juara I karang taruna berprestasi tingkat DIY dan juara II tingkat

Close