NGENTA-ENTA MBALELA (5) – Menyusun Rencana Penyergapan di Sungai Manyar

Siang itu juga dengan ditandu oleh para prajuritnya Ki Mas Dana dibawa ke Kartasura disowankan kepada Kanjeng Sultan. Sedangkan Pangeran Pringgalaya dinaikkan pedati dikawal para prajurit berjalan dalam rombongan tersendiri di belakang prajurit Kartasura yang mengawal Ki Mas Dana yang duduk di tandu dengan tangan dan kaki terikat.

KI GEDE Pacukilan kini yang berada di gunung Menjangan bersama anaknya Jaka Caluring dan Panembahan Tirtayuda dari Perguruan Wanajali telah mempersiapkan balanya yang berjumlah 400 prajurit akan menghadang perjalanan pulang prajurit Kartasura.
Seorang prajurit sandinya kemarin melaporkan bahwa Ki Mas Dana bernasib malang. Dia tertangkap prajurit Kartasura.
“Kau katakan bernasib malang apa alasanmu?”, tanya Ki Gede Pacukilan kepada prajurit sandinya.
“Begini, Ki Gede. Pada waktu Ki Mas Dana bersiap akan menyerang Pangeran Pringgalaya tiba-tiba sepotong kayu yang tersangkut di ranting Trembesi dihembus angin kencang. Malangnya, ranting tadi terjatuh menimpa kepalanya”.
“Hmmmm, begitu? Lalu Ki Mas Dana tak berdaya dan ditangkap prajurit Kartasura?”.
“Betul, Ki Gede”.

Ki Gede Pacukilan manggut-manggut, maklum. Meski begitu di dalam hatinya dia berprinsip pembalasan terhadap prajurit Kartasura itu harus dilakukan segera. Apa boleh buat sudah kepalang basah lebih baik nyeburlah sekalian. Dipandanganginya wajah anaknya yang
duduk di depannya, “Jaka Caluring, sudah siapkah kamu menghadang para prajurit Kartasura?
Kemungkinan besar mereka membawa kakak iparmu Ki Mas Dana yang akan mereka tawan ke Kartasura”.
“Sudah, Rama. Apakah mereka akan melewati Alas Pandan ataukah menyusuri tepian sungai Manyar?”, jawab Jaka Caluring bertanya.
“Kalau begitu lebih baik kita nantikan dulu laporan para prajurit yang mengamat-amati perjalanan itu. Apakah mereka betul-betul akan melewati daerah ini ataukah lewat jalan lain”.

Di sekitar Gunung Menjangan itu bala prajurit Ki Gede Pacukilan cukup banyak terutama dari daerah Kademangan Karangkulon yang bergabung dengan mereka. Sedangkan Kademangan Karangwetan tetap berpihak kepada Kartasura tidak turut mbalela.
Ki Demang Karangkulon melangkah tergesa-gesa mendekati Ki Gede Pacukilan yang sedang duduk bersama anak lelakinya.
“Ki Gede, aku mendapatkan kabar berantai dari para prajurit sandi. Dikatakannya, bahwa Prajurit Kartasura yang membawa Ki Mas Dana akan menyusur jalan tepian sungai Manyar”, kata Ki Demang Karangkulon.

“Bagus jika memang begitu. Kita sergap mereka di pengkolan lorong dekat muara sungai Manyar. Bukankah Kamu sangat mengenal tempat itu?”.
“Baiklah, Ki Gede. Akan aku persiapkan orang-orangku”, kata Ki Demang lalu bergegas meninggalkan pemimpinnya itu.
Ki Gede Pacukilan, Jaka Caluring, Ki Demang Karangkulon, Panembahan Tirtayuda dan para prajuritnya segera mempersiapkan diri dengan senjatanya masing-masing. (Akhiyadi)

Read previous post:
Labu Siam Normalkan Tekanan Darah

 TAK sedikit jenis bahan alami berkhasiat yang bisa rutin dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu. Biasanya juga dikombinasi dengan bahan-bahan alami

Close