SITUS KABUYUTAN NAGARATENGAH (6-HABIS) – Kehadiran Mpu Dalem Pananjung Membuat Rakyat Makmur

Di Kampung Cirantai, Dusun Sindangsari, Desa Cijulang tepatnya di dinding sebelah timur sungai Cigoang dekat Leuwi Bunut, terdapat arca Ganesa tipe Polynesia yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Batu Surabima.

GANESA sendiri adalah putra Shiwa yang berkepala gajah, yang digambarkan bertangan empat dengan tangan belakang memegang aksamala dan kampak, sementara tangan depannya memegang mangkuk yang dihirup belalainya, serta potongan gadingnya.
Di desa yang sama ditemukan Goa Wulung di Kampung Warunglegok. Makam Kembang Gadung yang dikenal sebagai makam Kyai Kapi Ibrahim, dan batu lumpang dan makam Pancuran Mas yang terletak di dipuncak Ciwanasakit.

Di Desa Karanglayung, tepatnya di Dusun Pananjung terdapat makam Mpu Dalem Pananjung. Konon katanya, Mpu Dalem Pananjung adalah seorang Pandai Domas yang didatangkan dari Galuh (Banjar Patroman) pada masa awal pemerintahan Pangeran Panji Kusumah Raja Galuh Nagaratengah, yang ditugaskan membuat senjata pusaka untuk keperluan perkakas perang dan alat-alat pertanian serta pertukangan. Sesudah ada Mpu, Nagaratengah menjadi makmur (nanjung), para petani bertambah luas lahan garapannya. Karena telah berjasa membuat makmur rakyat dan negara, digelari Dalem Pananjung.

Di dusun Awiluar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, terdapat situs Gunung Payung. Situs ini berupa beberapa peninggalan budaya. Seperti Batu Langkoban yang berukuran panjang 21 meter, tinggi 15 meter. Batu ini membentuk ceruk gua dengan luas sekitar 56 m2. Sekitar 130 cm dari ceruk gua terdapat lumpang batu yang terpahat pada sebuah batu besar berukuran tinggi 120 cm batu lumping tersebut terpahat pada batu yang berukuran dan diameter 55 cm. Juga ada Batu Pangesahan yang terpahat pada sebuah batu berukuran panjang 5 meter, tinggi 1,40 meter.

Ada Ki Jagaberok yang bebentuk dolmen terletak di atas dua batu. Batu besar berukuran panjang 150 cm dan tinggi 90 cm. Lebih kurang 40 cm dari dolmen terdapat menhir dengan ukuran tinggi 35 cm dan lebar 16 cm. Lebih kurang 250 meter dari Ki Jagaberok terdapat beberapa situs terletak pada satu area dengan luas lebih kurang 1500 m2. Adapun situs-situs yang terdapat pada area tersebut di antaranya: Lingga di atas batu datar berukuran tinggi 75 cm dengan diameter 25 cm, sedang batu datar berdiameter 80 cm dan tinggi 15 cm. Lebih kurang 15 meter dari Lingga terdapat makom Sang Hyang Gumulung Putih dan makom istrinya bernama Nyi Ratu Gumulung Putih. Pada kedua makam tersebut terdapat menhir.

Menhir pada makom Sang Hyang Gumulung Putih berukuran tinggi 26 m, lebar 14 cm dan tebal 11 cm, Sedangkan menhir Nyi Ratu Gumulung Putih beukuran tinggi 29 cm, lebar 14 cm, dan tebal 11 cm. Jarak kedua maom 165 cm. Lebih kurang 10 meter dari Makom Sang Hyang Gumulung Putih terdapat Batu Gelang dengan ukuran panjang 280 cm, lebar 240 cm dan masyarakat menamakan situs lumbung. Lebih kurang 5 meter dari Batu Gelang terdapat makom Siti Munigar. Pada makam tersebut terdapat menhir dengan ukuran tinggi 20 cm, diameter 12 cm. Sedangkan panjang jirat makam260 cm dan lebar 180 cm. Sepintas batu pada makam terlihat seperti kubur batu.Lingkungan area situs terdapat pohon dara wolong, kakaduan, hirung, kiara, jejambuan, kisegel, harupat. – Dari berbagai sumber. ***

Read previous post:
NYALON LURAH, EDI UTAMA SIP SIAP MAJUKAN JAMBIDAN-Maksimalkan Potensi Wisata Hingga Wifi Gratis Tiap Dusun

Close