SITUS KABUYUTAN NAGARATENGAH (5) – Raden Anggamalang Kyai Pertama Penyebar Agama Islam

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya juga mencatat masih banyak peninggalan lain situs Kabuyutan Negaratengah, baik yang berupa makam maupun benda-benda lainnya

Di Dusun Sukahurip, Kampung Ciodeng, rumah seorang warga tersimpan satu lumpang batu berukuran tinggi 20 cm, diameter permukaaan 24 cm kedalaman lumpang 15 cm, diameter dasar 16 cm, tebal lumpang 3 cm. Di Kampung yang sama, di ladang penduduk ditemukan fragmen alu berbahan batuan andesit, satu serpih dan satu buah fragmen menyerupai drama korea kapak terbuat dari bahan batuan rijang. Sementara di Dusun Cigalagah ada makam Arya Suntya Gagah.

Di Dusun Pusakamukti, Desa Rajadatu teridentifikasi adanya makam Dalem Sumur atau Raden Wijayakusumah bersama istrinya yang bernama Ma Amanah. Jirat makam berupa hamparan batu berbentuk persegi dengan panjang 440 cm, lebar 280 cm. Sedang jirat Ma Amanah berukuran panjang 160 cm lebar 90 cm.
Di Dusun Paganjuran terdapat jirat makam ukuran panjang 630 cm lebar 170 cm bembujur arah selatan-utara yang dikenal sebagai makam Panglima Dalem Paganjuran. Di atas jirat ini berdiri 3 menhir. Menhir pertama pada posisi sebelah selatan berukuran tinggi 48 cm, ke arah timur menhir kedua dengan ukuran tinggi 65 cm. Ke arah utara terdapat menhir ketiga tinggi 45 cm.
Di sisi sebelah selatan ditemukan sebuah fragmen batu lumpang, dan di tengah-tengah sisi sebelah timur jirat juga ditemukan fragmen batu dengan dua buah lobang lumpang.

Di Kampung Cikanyerem, Desa Madisari terdapat Situs Pasir Abas. Pada areal situs ini terdapat petilasan Prabu Siliwangi dan Kyai Abdul Anggamalang serta batu angkat yang disebut Kyai Angkat Junjung. Juga terdapat makam Kyai Patra Karangtengah dan Satria Anom Pajajaran. Petilasan Prabu Siliwangi dan Kyai Abdul Anggamalang merupakan hamparan batu.
Di atas hamparan batu terdapat 2 menhir, menhir pertama sebelah utara tinggi 27 cm, sedang menhir kedua di selatan tinggi 40 cm. Di sebelah utara petilasan ini terdapat Batu Angkat yang terletak di atas hamparan batu berbentuk lingkaran dengan diameter 170 cm dan sisi selatan hamparan batu ini terdapat batu altar.

Menurut Cerita Purwaka Caruban Nagari, Prabu Siliwangi adalah putra Prabu Anggalarang. Beliau seorang raja besar dari Pakuan Pajajaran, seorang Muslim juga seorang Wali Allah. Putra dari Prabu Anggalarang kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh. Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati.
Sedang Raden Anggamalang adalah seorang Kyai yang pertama menyebarkan Agama Islam di wilayah Nagaratengah. Terpilih menjadi Penghulu dan sebagai Hakim Leuwi Panereban. Sesudah meninggal dimakamkan di Pasir Abas sekarang Dusun Cikanyere dan Astananya di Dusun Darmasari (Cidarma) Desa Madiasari Kecamatan Cineam.
Jirat makam Kyai Abdul Anggamalang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 490 cm lebar 210 cm. Di sisi timur laut jirat terdapat 2 menhir berhimpitan. Situs ini sudah mengalami penataan ulang. – Dari berbagai sumber. (*)

Read previous post:
Jambu Air Turunkan Risiko Kanker

USAHA mencegah dan melawan gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai langkah. Termasuk di antaranya memanfaatkan bahan-bahan alami berkhasiat. Menurut warga

Close