SITUS KABUYUTAN NAGARATENGAH (2) – Ditemukan Gelang Kuningan Hingga Makam Keramat

Sebagai pusat sebuah kerajaan, maka tak heran jika banyak situs peninggalan Kabuyutan Nagaratengah. Hal ini membuktikan bahwa kala itu peradaban basyarakat sudah begitu maju.

DI ANTARA berbagai situs yang ada, antara lain terdapat di Desa Nagaratengah, tepatnya di Dusun Mekarsari. Di lokasi ini terdapat Benda Cagar Budaya (BCB) yang merupakan milik Idi Sukandi, berupa pedang dan rangkanya, serta gelang kuningan. Pedangnya memiliki panjang 59 cm, panjang tangkai 11 cm, dengan bahan dari logam besi.

Pada tangkai pedang terdapat simbol berbentuk elips dari bahan kuningan berukuran diameter panjang 3 cm dan diamter pendek 2 cm. Pada permukaaannya terdapat hiasan berupa garis-garis. Untuk gelangnya memiliki diameter logam 1,3 cm, diameter gelang 8,5 cm, berwarna kuning kemerahan dengan bahan logam perunggu.

Di Dusun Ciwarulang terdapat makam keramat yang biasa disebut sebagai Makam Dayang Kancana. hanya saja kondisi makam sudah mengalami perubahan, karena adanya penembokan dan sudah tidak dapat dikenali bentuk aslinya.
Sedang di Dusun Tanjungsari atau Nyengkod, ditemukan suatu punden berundak yang terdiri dari tiga teras. Di teras atas terdapat dua makam Islam yang dikelilingi tembok persegi empat. Di sudut timur laut, dari bangunan tersebut terdapat satu menhir dari batuan andesit, dan di bagian kakinya menempel batu altar berbentuk segitiga. Adapun ukuran menhir tersebut adalah tinggi 57 cm, lebar 28 cm dan tebal batu 16 cm. Situs ini juga dikenal sebagai makam Garatengah.

Pada bagian dalam bangunan tembok terdapat jirat makam Makam Kyai Abdul Rohaniah yang telah ditata ulang, dengan panjang 270 cm, lebar 190 cm. Di sebelah timurnya terdapat jirat makam sang istri, Dewi Pertala, juga sudah ditata ulang dengan ukuran panjang 230 cm, lebar 160 cm.
Vegetasi yang tumbuh di punden ini adalah pohon kiara, rotan, aren, beringin, petai, singkong dan padi. Sekitar 50 m kearah sebelah timur terdapat komplek makam yang sudah mengalami penataan ulang.

Di lingkungan makam ini terdapat jirat makam Pangeran Aria Panji Kusumah berukuran panjang 350 cm, lebar 190 cm, dan jirat makam istrinya yang bernama Ratna Ayu Gading Pangrungu berukuran panjang 280 cm, lebar 170 cm. Kedua jirat tersebut berada pada suatu struktur persegi empat yang berukuran panjang 560 cm, lebar 630 cm. Di area yang sama sekitar 100 meter ke arah selatan terdapat aretfak nisan perkembangan dari bentuk gada berukuran tinggi 56 cm, lebar 23, tebal 9 cm. Komplek makam dengan luas 140 m2 ini berada di sebelah barat sungai Cihapitan yang mengalir dari barat ke-timur. Tanaman yang tumbuh di lingkuan makam ini di antaranya bungur, pukih/nam-nam, aren, kodoya, nyatuh. – Dari berbagai sumber. (*)

Read previous post:
Bayam Ekor Kucing Lawan Hipertensi

TANAMAN bayam ekor kucing mempunyai beberapa nama lain, misalnya boroco dan bayam kucing. Beberapa ciri tanaman berkhasiat ini, misalnya tumbuh

Close