SITUS KABUYUTAN NAGARATENGAH (1) – Jadi Tempat Latihan Kemiliteran Para Prajurit

Situs Kabuyutan Nagaratengah (SKN) lokasinya terletak di Kampung Tanjungsari Desa Nagaratengah, Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. dari Ibu Kota Kecamatan ke lokasi Situs jaraknya ± 4 Km,sedangkan dari Kota Tasikmalaya ± 23 Km.

SECARA geografis, SKN sangat strategis karena di pinggir jalan Provinsi yang menghubungkan arus lalu lintas antara Kecamatan Karangjaya dengan Kecamatan Cineam. Juga antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Barat.
Panorama alam di sekitar SKN pun sangat mempesona, ditunjang dengan iklim yang sangat sejuk. Pada sebelah utara membentang bantaran Sungai Cihapitan yang airnya mengalir sangat jernih sepanjang waktu. Di sebelah Timur dan Barat sejauh mata memandang, terhampar pesawahan luas yang pengelolaannya diairi Sungai Cihapitan. Bagian Selatan menjulang tebing tinggi yang oleh masyarakat setempat disebut Gunung Hujung, konon lokasi ini sebagai tempat latihan kemiiliteran para prajurit dari Kerajaan Galuh Nagaratengah.

Secara umum, SKN dikelilingi perbukitan dengan tetumbuhan yang menghijau dan rindang yang sangat potensial menjadi sumber air tanah yang mengalir ke Sungai Cihapitan.
Di lokasi SKN sendiri ada beberapa makam keramat, yang diyakini masyarakat setempat sebagai makam tokoh penguasa dari Kerajaan Nagaratengah (KN) atau ada juga yang menyebut Kerajaan Galuh Garatengah (KGG).

Berdasarkan kepada bukti-bukti yang ada, tokoh-tokoh yang pernah berkuasa di Kerajaan Nagaratengah atau Galuh Nagaratengah di antaranya: Raden Aria Panji Subrata (tahun 1583-1591), Ketika berkuasa beliau sudah memeluk agama islam. Raden Aria Panji Kusumah (1591-1611); Raden Aria Dikusumah (1611-1618); Raden Mas Dipati Imbanagara (1625-1636); Raden Aria Panji Jayanagara (1636-1678). Mereka berkuasa ketika kerajaan Galuh secara sosial, poitik, ekonomi, bahkan religi berada di bawah kekuasaan Mataram Islam. Tokoh tokoh di atas adalah sebagai keturunan langsung dari raja-raja Kerajaan Galuh.
Mengenaii nama Nagaratengah sendiri sudah ada sejak zaman Kerajaan Galuh Hindu, ketika kerajaan berbentuk federasi. Kala itu Mahaprabu Galuh membagi kerajaan yang salah satu di antaranya adalah Kerajaan Galuh Nagaratengah, yang diperintah oleh Prabu Agung Danumaya dengan jumlah rakyat mencapai ± 1000 orang. Kemudian dilanjutkan oleh Prabu Wangsa Dedaha, lalu oleh Prabu Agung Ranggakusumah.

Ketika Cipta Sanghyang Permana naik tahta sebagai Mahaprabu Galuh, ibukota kerajaan (dayeuh) pindah ke Nagaratengah. Letak ibukota antara sungai Cihapitan dan Cibodas (Sayung Desa Karanglayung) Kemudian penggantinya adalah Mahaprabu Cipta Permana (sebelumnya berdiam di Cimaragas) yang sudah memeluk agama Islam dan membagi kerajaan menjadi 6 Kerajaan kecil (Kadaleman). Selanjutnya, Kadaleman Nagaratengah dibangun pada 1583 oleh Pangeran Aria Panji Subrata. – Dari berbagai sumber. (*)

Read previous post:
GEDUNG SETINGGI 15 METER YIA TAHAN GEMPA-Diperkirakan Bisa Selamatkan 6.000 Orang Jika Tsunami Datang

Close