LEGENDA SENDANG BEJI DIRO, MINGGIR, SLEMAN (1) – Airnya Dipercaya Memiliki Tuah

Sendang Beji terdapat di Padukuhan Diro, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Sendang Beji Diro ini memiliki ukuran sekitar 3 m x 7 m dengan kedalaman air sekitar 1 m. Air dari sendang ini tidak pernah kering sepanjang segala musim.

SEPERTI telah diketahui menjelang Majapahit runtuh banyak bangsawan bahkan keturunan Prabu Brawijaya yang melarikan diri. Salah satu bangsawan Majapahit yang melarikan diri ke arah barat bersama dengan salah satu putra Prabu Brawijaya yang bernama Raden Bondan Kejawan adalah Ki Ageng Tunggul Wulung. Ki Ageng Tunggul Wulung adalah salah satu senapati Majapahit yang ditugaskan untuk mengawal atau menjaga keselamatan Raden Bondan Kejawan. Pelarian dari kelompok ini akhirnya sampai ke suatu wilayah di daerah Kecamatan Minggir, Sleman, yakni di Dusun Diro, Kalurahan Sendang Mulya.

Menurut jurukunci makam Ki Ageng Tunggul Wulung, di Dusun Diro ini ketika Ki Ageng Tunggul Wulung bersama rombongannya sempat mendirikan pesanggrahan. Pesanggrahan di tempat ini pada awalnya dikenal dungkup lengkap fasilitasnya. Contohnya, ada tempat dan perlengkapan untuk pemujaan/peribadatan, pemukiman, sumber air, dan pagar yang juga berfungsi sebagai benteng perlindungan. Oleh karena pesanggrahan tersebut cukup besar dan megah, maka sering juga disebut sebagai istana atau keraton. Sebutan Keraton Diro pada masa lalu bukan sesuatu aneh. Hanya saja sekarang tempat yang disebuit sebagai kopmpleks pesanggrahan tersebut tidak bersisa lagi kecuali hanya sebuah sendang yang dinamakan Sendang Beji Diro dan beberapa arca yang sudah tidak begitu tampak wujudnya. Keberadaan arca-arca tersebut seperti tertelan akar pohon beringin yang tumbuh di tepi sendang.

Menurut sumber setempat dulu di lokasi ini memang banyak terdapat batuan candi dan fragmen arca di samping arca-arca yang bisa dikatakan relatif utuh. Akan tetapi benda-benda tersebut kini telah banyak yang hilang. Benda-benda yang terbuat dari batuan (andesit) itu diduga merupakan sisa-sisa peningalan pesanggrahan yang pernah dibangun Ki Ageng Tunggul Wulung, Raden Bondan Kejawan, dan seluruh pelarian wangsa Majapahit. Menilik arca dan batuan yang pernah ditemukan di sekitar lokasi Sendang Diro, maka dapat diduga bahwa keyakinan para pelarian tersebut pada awalnya adalah Hindu.

Sendang Diro ini diduga merupakan salah satu sumber utama untuk kebaktian dan kehidupan seluruh warga Pesanggrahan Diro yang dibangun Ki Ageng Tunggul Wulung bersama Raden Bondan Kejawan pada masa itu. Oleh karena itulah, maka sendang ini dipercayai memiliki tuah karena ditemukan atau dibuat oleh tokoh-tokoh berkharisma yang dikenal kuat laku mati raga dan ibadahnya. Tidak mengherankan jika di masa lalu banyak peziarah yang kemudian berdatangan ke tempat ini untuk ngalap tuah tersebut sekaligus mengenangkan dan meneladani sikap hidup tokoh-tokoh masa lalu di balik keberadaan sendang tersebut. Di antara peziarah tersebut ada yang menginginkan naik darajat dan pangkat. Kecuali itu banyak juga yang menginginkan kelancaran rejeki atau ketenteraman. Banyak pula yang datang dengan tujuan untuk mencari penyembuhan dengan mengambil air sendang.

Air Sendang Diro ini juga banyak diambil orang untuk memancing keluarnya sumber air bagi sumur-sumur atau sumber air lain yang telah kering airnya. Tidak mengherankan jika pada setiap musim kemarau panjang air sendang ini laris manis diambil orang dari berbagai daerah, terutama daerah-daerah yang menderita kekeringan. Mereka percaya dengan menuangkan sedikit air ke Sendang Diro ke dalam sumur yang kering, maka mata air sumur/sumber air yang mengering tersebut akan memancarkan air kembali. Hal ini terjadi karena mata air dari sendang ini memang tidak pernah mengenal istilah kering di sepanjang musim. Kebetulan juga pada musim kemarau panjang yang biasanya di Indonesia terjadi pada bulan Agustus, di sendang ini juga diadakan kirab sebagai salah satu wujud syukur dan doa permohonan masyarakat setempat kepada Tuhan agar wilayah mereka selalu dalam perlindungan dan berkah-Nya. (Albes Sartono)

Read previous post:
Yevhen Cedera Hamstring, Bachdim Belum Gabung PSS

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Striker PSS Sleman asal Ukraina, Yevhen Bokhasvili mengalami cedera hamstring saat latihan. Setelah di-USG 4D pemilik

Close